Rabu, 06 Januari 2010

Menambal Berujung Fatal


Awalnya, Shezy Idris cuma mau cek rutin perawatan kawat giginya. Namun niat itu berubah setelah diketahui bahwa tambalan giginya yang lama pecah. Tambalan lama itu terletak di gigi kanan atas paling belakang. Dia ditangani spesialis ortodontik, yang telah merawat kawat giginya selama dua tahun.

Menurut aktris sinetron ini, sebelum menambal gigi dengan tambalan baru, dokter harus membersihkan lubang bekas tambalan yang rusak itu. Dalam prosesnya, Shezy diwajibkan bolak-balik selama beberapa pekan. "Setiap seminggu sekali harus dicari akarnya," tutur perempuan 28 tahun ini, mengikuti penjelasan si dokter.
Di prosesi pertemuan terakhir, Shezy merasakan sakit seperti ditusuk jarum. Dia takut karena aksi sang dokter dilakukan tanpa hasil roentgen giginya. Kebetulan ia lupa membawanya. Yang terjadi kemudian adalah pipi kanan sulung tiga bersaudara ini membengkak, besar seperti gondok, hingga ke leher. "Napas jadi sesak," tutur model bernama lengkap Shilya Patrice Kirana Idris ini. Kejadian pada akhir tahun lalu itu membuat Shezy dilarikan ke rumah sakit.
Memang, gigi yang sudah ditambal bukan jaminan bahwa gigi tidak akan berlubang lagi. Faktor seperti gigi rentan, makanan, plak, dan bakteri membuat risiko gigi berlubang atau caries tetap ada--dalam istilah kedokteran disebut caries sekunder. Penanganannya adalah membuka tambalan lama, mengambil jaringancaries baru, lalu ditambal ulang.
Untuk proses itu, seorang dokter gigi biasa pun kompeten melakukannya, apalagi spesialis ortodontik. Ortodontik adalah cabang kedokteran gigi yang merawat gigi tumbuh secara tidak beraturan. Orang awam bisa menyebutnya dokter gigi yang merawat behel atau kawat gigi.
Dalam kasus Shezy, pakar kesehatan gigi dan mulut Universitas Indonesia, Drg Armasastra Bahar, PhD, mengatakan bisa jadi saat itu dokter berusaha mengambil saraf dan pembuluh darah yang sudah terinfeksi. Masalah bengkaknya, Arma--panggilan akrabnya--menduga ini akibat infeksi itu sendiri. "Saya tidak tahu kalau saraf halusnya tercabut seperti yang diberitakan infotainmen, tak ada istilah itu. Semua saraf, ya, halus," katanya.
Memang, doktor dalam bidang kedokteran gigi pencegahan ini menjelaskan, saraf yang sudah mati dalam lubang gigi harus dibuang. Prosesnya, saat tambalan lama dibuka, dokter biasanya merangsang saraf yang ada di dalamnya. Jika tidak ada rangsangan, artinya saraf itu mati dan harus dikeluarkan.
Seorang dokter gigi lain, Gustantyo Wahyu Wibowo, menambahkan, dalam kasus seperti itu, dokter gigi biasanya melakukan perawatan endodontik atau perawatan saluran akar. "Hal itu dilakukan untuk mempertahankan gigi," katanya dalam kesempatan terpisah.
Inti perawatan akar ini, menurut Bowo, adalah mengambil semua jaringan pulpa--saraf dan pembuluh darah--yang terinfeksi dengan menggunakan alat (berulir) sampai bersih. Berikutnya dilakukan pelebaran saluran akar. Kemudian diikuti dengan dressing antiseptik atau pembersihan pulpa.
Selanjutnya dilakukan sterilisasi dan penambalan sementara. Pasien lalu pulang dan kembali lagi dalam beberapa hari. "Baru kemudian dilakukan penambalan permanen, setelah penampakan klinis gigi dan jaringan sekitarnya dalam kondisi baik," ujar lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, ini.
Yang disayangkan dalam penanganan Shezy, seperti dikatakan spesialis ortodontik Klinik Implantologi Pakubuwono, drg Indria Sp.Ort, adalah tidak digunakannya foto roentgen sebagai dasar tindakan si dokter. Padahal roentgen gigi perlu dilakukan untuk membantu menegaskan diagnosis. "Secara visual, si dokter bisa melihat dari dekat, namun tidak detail. Itu berisiko terjadi kesalahan," ujarnya. Keadaan Shezy sendiri sekarang sedikit membaik, meski bengkaknya belum hilang.

Hal yang Perlu Anda Jelaskan ke Dokter Gigi Sebelum Ditambal Ulang
- Kapan Anda menambal gigi tersebut dan sudah berapa lama?
- Kapan tambalan gigi Anda pecah atau lepas, dan disebabkan oleh apa?
- Gigi itu ditambal dalam sekali kunjungan atau berkali-kali?
- Apakah juga dilakukan perawatan saluran akar?
- Apakah gigi tambalan yang pecah itu menyebabkan sakit atau menyebabkan gangguan mengunyah?
- Jika terasa sakit, bagaimana rasanya, apakah tajam, tumpul, berdenyut, terus-menerus, atau kadang-kadang?
- Minta dilakukan roentgen oleh dokter, kalau belum menjalani roentgen.
HERU TRIYONO
Sumber: TempoInteraktif.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar