Jumat, 28 Mei 2010

5 Faktor Penyebab Encok

img
(Foto: topnews)

Jakarta, Nyeri, sendi kaku, rasa panas, kemerahan dan bengkak pada pangkal ibu jari kaki, tumit, lutut, pergelangan kaki, tangan dan siku adalah ciri-ciri terkena encok. Kenali 5 penyebabnya agar terhindar dari encok.

Encok merupakan penyakit yang disebabkan penumpukan kristal asam urat di dalam jaringan ikat, yaitu ruang antara dua tulang atau di dalam tulang itu sendiri.

Penumpukan kristal ini menyebabkan peradangan artritis yang memicu pembengkakan, kemerahan, rasa panas, nyeri serta kekakuan di sendi.

Asam urat yang menumpuk tersebut merupakan zat yang dihasilkan dari pemecahan purin, zat ini merupakan bagian dari semua jaringan manusia dan ditemukan pada berbagai jenis makanan.

Seharusnya asam urat ini terlarut dalam darah dan melewati ginjal hingga akhirnya dikeluarkan melalui urin. Tapi jika produksi asam urat di tubuh meningkat dan ginjal tidak cukup kuat menghilangkan asam urat, maka kondisi ini memicu terjadinya hyperuricemia (peningkatan kadar asam urat dalam darah).

Seperti dikutip dari Medic8.com, Kamis (27/5/2010) ada faktor penyebab encok yaitu:

  1. Kelebihan berat badan. Hal ini karena terdapat lebih banyak jaringan yang bisa pecah atau berganti sehingga memicu meningkatnya produksi asam urat.
  2. Terlalu banyak minum alkohol, sehingga mengganggu perjalanan asam urat untuk keluar dari tubuh.
  3. Adanya gangguan pada salah satu enzim yang membantu pemecahan senyawa purin yang membuat seseorang kena encok jika makanan makanan yang mengandung purin.
  4. Mengonsumsi obat tertentu seperti salisilat, cyclosporine, levodopa atau obat diuretik.
  5. Genetik kemungkinan memainkan peran, meskipun tidak terlalu besar. Karena diperkirakan sekitar 18 persen orang yang encok memiliki riwayat penyakit ini.

Jika tubuh rentan terkena encok maka yang harus dilakukan:
  1. Minum banyak cairan terutama air putih, karena cairan bisa membantu menghilangkan asam urat berlebih dari dalam tubuh.
  2. Menghindari makanan yang mengandung banyak purin seperti bir, minuman alkohol, teri, ikan sardin, telur ikan, ragi, hati, ginjal, kacang-kacangan (kacang polong, melinjo), ekstrak daging, kaldu, jamur, asparagus, bayam dan kembang kol.
  3. Menjaa berat badan dengan berolahraga secara teratur.
  4. Jangan melakukan diet secara ekstrim, karena hal ini juga bisa meningkatkan kadar asam urat dalam darah.
  5. Memberitahu dokter semua obat dan vitamin yang dikonsumsi untuk mencegah peningkatan risiko hyperuricemia dari obat-obatan yang diminum.

Encok sering disebut asam urat, tapi penyakit ini berbeda dengan rematik. Karena encok terkait dengan gangguan metabolisme pengeluaran kadar asam urat dalam darah yang tersumbat menjadi kristal. Sedangkan rematik adalah penyakit sendi karena adanya gangguan autoimun yang berlangsung lama

Sumber :detikhealth.com

Minggu, 23 Mei 2010

Enam Karbohidrat Penurun Berat Badan



KARBOHIDRAT bukanlah musuh dalam menurunkan berat badan. Sebaliknya, penelitian telah menunjukkan bahwa salah satu jenis karbohidrat, yaitu resistant starch, justru membantu menurunkan dan mempertahankan berat badan. Jadi, yang perlu Anda lakukan hanyalah memilih karbohidrat yang tepat. Berikut beberapa di antaranya:

Kentang
Kentang kaya akan vitamin C, kalium dan resistant starch. Satu kentang ukuran sedang mengandung sekitar 26 gram karbohidrat. Bentuk karbohidrat paling banyak dalam kentang adalah zat tepung (starch). Sejumlah zat tepung ini tidak bisa dicerna oleh enzim-enzim di dalam lambung dan usus halus, sehingga biasanya mencapai usus besar dalam keadaan masih utuh.

Resistant starch ini dinyatakan mempunyai efek fisiologis dan manfaat sehat yang sama dengan serat. Resistant starch ini memperbesar volume tinja, mencegah kanker kolon, memperbaiki toleransi glukosa dan sensitifitas insulin, menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida, membuat kenyang serta mengurangi simpanan lemak.

Kacang polong
Kacang polong kaya akan serat, protein dan resistant starch. Satu cangkir kacang polong masak mengandung sembilan hingga 13 gram serat. Kandungan serat larut di dalamnya membantu menurunkan kolesterol.

Pasta
Pasta juga mengandung resistant starch. Cobalah mengonsumsi mie yang terbuat dari tepung kacang buncis untuk mendapatkan asupan serat ekstra.

Stroberi
Buah berwarna cerah ini kaya akan vitamin C, serat , folat, dan kalium. Selain itu, karena kaya akan gula alami, stroberi sangat cocok memuaskan keranjingan Anda terhadap makanan manis.

Bit
Bit merupakan salah satu pilihan makanan sumber karbohidrat kompleks yang bisa menjadi pilihan Anda. Buah ini tidak hanya cocok dikonsumsi dalam bentuk jus tetapi juga bisa dipanggang, dikupas, dan selanjutnya ditaburi dengan minyak zaitun serta cuka. Selain karbohidrat, bit juga mengandung besi, asam folat dan serat.

Jagung
Untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat kompleks, Anda bisa mengonsumsi beras merah dipadukan dengan jagung. Selain mengandung karbohidrat, jagung juga kaya akan nutrisi lainnya. Berikut nutrisi yang terkandung dalam 100 gram jagung:

Karbohidart: 9 gram (gm)
Kalsium: 9 mg
Serat: 2,7 gm
Lemak: 1,2 gm
Folat: 46 mikrogram
Besi: 0,4 mg
Magnesium: 37 mg
Niacin: 1,7 mg
Fosfor: 120 mg
Kalium: 270 mg
Protein: 3,2 gm
Gula: 3,2 gm
Vitamin A: 10 mikrogram
Vitamin B: 15 mg
Vitamin C: 7 mg

Kandungan serat dalam jagung membantu menurunkan kolesterol dan mengurangi risiko kanker kolon. Selain itu, jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, jagung juga bermanfaat bagi pasien diabetes. Dan kandungan folat di dalamnya sangat penting terutama pada masa-masa kehamilan.

Di samping itu, kandungan thiamin dalam jagung juga dinyatakan membantu proses metabolisme karbohidrat. Dan konsumsi jagung secara teratur dalam jumlah sedang dikaitkan dengan perbaikan kesehatan kardiovaskular. (IK/OL-08)
Sumber : mediaindonesia.com

Tiga Kebiasaan Pertajam Daya Ingat

Lakukan tiga strategi sederhana berikut ini untuk meningkatkan memori Anda.
Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti

Sering mengalami lupa atau kehilangan kata-kata yang ingin diucapkan di tengah kalimat secara tiba-tiba, atau kerap lupa pada tanggal lahir seseorang atau tugas sederhana? Jika Anda pernah mengalaminya, ini adalah hal wajar. Kebiasaan lupa yang dialami seseorang dinilai normal, karena bisa disebabkan kelelahan, kegelisahan dan stres.

Jika Anda kerap lupa terhadap hal-hal kecil, sebuah penelitian menemukan beberapa strategi sederhana untuk meningkatkan kemampuan otak dan memori Anda, seperti dikutip dari Aolhealth.com. Yaitu:

Hirup Aroma RumputSetelah bertahun-tahun melakukan penelitian, ilmuwan saraf di University of Queensland, Brisbane, menemukan, bau rumput segar memicu dua bagian otak, amigdala (yang berkaitan dengan emosi) dan hippocampus (yang berhubungan dengan memori). Hasilnya, menghirup bau aroma luar ruangan ini dapat membantu menghilangkan stres dan meningkatkan memori.

Tetapi, para ilmuwan Australia tidak sepenuhnya terkejut bahwa reaksi ini terjadi secara bersamaan, karena stres kronis secara langsung berhubungan dengan kelupaan. Jika sulit mencari lokasi yang ditumbuhi banyak rerumputan, Anda bisa menggunakan lilin wangi atau minyak wangi yang baunya seperti rumput segar. Ini bisa jadi alternatif yang baik.

Kunyah Permen karet
Penelitian yang dilakukan Pusat Penelitian Gizi Anak di Baylor College of Medicine di Houston, AS menunjukkan, permen karet dapat meningkatkan kewaspadaan. Remaja yang mengunyah permen karet 14 minggu selama di dalam kelas saat pelajaran matematika, dan saat mengerjakan PR matematika diketahui memiliki skor lebih tinggi dibandingkan dengan remaja yang tidak mengunyah permen karet.

Sebuah studi serupa yang dilakukan beberapa tahun lalu di University of Northumbria di Newscastle, Inggris, menemukan, orang mengunyah permen karet selama tes meningkatkan memori jangka panjang dan jangka pendek, dan lebih baik daripada mereka yang tidak mengunyah permen karet.

Meskipun belum diketahui secara pasti hubungan antara permen karet dengan kekuatan memori, namun para peneliti Jepang percaya bahwa peningkatan memori ini dipengaruhi oleh peningkatan denyut jantung (berkat karet) yang mengarah ke ekstra oksigen yang dikirim ke otak.

Memangkas asupan kalori
Menurut penelitian di Jerman yang diterbitkan dalam jurnal 'Proceeding of National Academy of Sciences', wanita sehat antara usia 50 dan 80 tahun yang mengurangi asupan kalori mereka sebanyak 30 persen selama tiga bulan menunjukkan peningkatan 20 persen pada tes memori verbal.

"Menurut para peneliti, para wanita yang memotong kalori menjadi lebih sensitif terhadap insulin gula darah hormon yang mengatur dan memiliki penurunan kadar protein C-reaktif - dan keduanya telah dikaitkan dengan peningkatan fungsi otak," kata ahli gizi Cynthia Sass, yang juga penulis 'Log Ultimate Diet.'

Untuk mengurangi kalori tanpa merasa Anda tidak makan, Sass menyarankan pemotongan porsi daging sapi menjadi setengah porsi dan menggantikan daging dengan jamur cincang. Atau, mengurangi porsi nasi dan pasta. (umi)
• Sumber : VIVAnews

Kamis, 20 Mei 2010

Mulai usia 30 tahun, produksi testosteron pria menurun satu sampai dua persen per tahun.

  (doc Corbis)
Apakah pasangan sering mengalami gangguan tidur? Mungkin penyebabnya adalah menurunnya produksi hormon testosteron seiring faktor usia.

Penelitian University of Montreal's Department of Psychology mengungkap, kualitas tidur pria setengah baya tidak senyenyak pria yang berusia lebih muda, karena produksi hormon testosteron berkurang.

Memasuki usia 30 tahun, produksi testosteron pria menurun satu hingga dua persen tiap tahun. Penelitian juga menyimpulkan, mayoritas pria mengalami penurunan kualitas tidur pada usia 40 tahun. Peneliti menemukan hubungan antara penurunan kadar testosteron dan kualitas tidur.

"Pada pria muda, tidur nyenyak hanya 10 atau 20 persen dari total tidur. Menginjak usia 50, menurun sekitar lima hingga tujuh persen. Pria berusia lebih dari 60, tidur nyenyak bisa menghilang sama sekali," kata Zoran Sekerovic, seperti dikutip dari laman Daily Mail.
Menurutnya, menurunnya tingkat testosteron berdampak pada kualitas tidur. "Seiring bertambahnya usia, terjadi hilangnya sinkronisasi saraf dan aktivitas otak menjadi tidak baik. Itulah sebabnya mengapa pria menjadi sulit tidur nyenyak seiring bertambahnya usia. Hal ini adalah masalah serius yang dapat diobati dengan terapi pemberian hormon testosteron," ujarnya.(np)
Sumber :• VIVAnews

Kapan Kotoran Telinga Perlu Dibersihkan?


img
Ilustrasi (Foto: myhealthguide)
Jakarta, Kotoran telinga punya fungsi melindungi telinga dari kerusakan dan infeksi sehingga tidak perlu terlalu sering dibersihkan. Tapi kotoran telinga juga kadang mengganggu pendengaran. Kapan sebaiknya kotoran telinga dibersihkan?

Kulit pada saluran telinga luar memiliki kelenjar khusus yang menghasilkan kotoran telinga yang dikenal sebagai cerumen.

Biasanya, sejumlah kecil kotoran telinga berakumulasi kemudian mengering dan keluar dari saluran telinga, membawa partikel debu yang tidak diinginkan atau pasir.

Bentuk cerumen atau kotoran telinga berbeda antara orang satu dengan lainnya. Mungkin hampir berbentuk cair, padat dan tegas atau berupa kulit kering. Warnanya juga bervariasi tergantung pada komposisi.

Sebagian besar saluran telinga dapat membersihkan sendiri, dengan cara lapisan kulit saluran telinga bermigrasi dari gendang telinga ke telinga pembukaan luar.

Kotoran telinga yang lama akan terus diangkut dari daerah yang lebih dalam dari saluran telinga menuju keluar, biasanya kering, serpihan dan jatuh.

Kapan seharusnya harus dibersihkan?

Dalam keadaan ideal, seseorang seharusnya tidak perlu membersihkan kotoran telinganya. Tapi kadang orang malah terlalu sering membersihkan telinganya hingga cairan pelumas telinganya pun kering.

Seperti dilansir dari MedicineNet, Selasa (18/5/2010), kotoran telinga yang berlebihan dapat terbentuk di dalam saluran telinga karena berbagai alasan, antara lain:

  1. Penyempitan saluran telinga akibat infeksi atau penyakit kulit, tulang, atau jaringan ikat
  2. Produksi cairan cerumen kurang (lebih umum pada orang tua karena penuaan dari kelenjar yang menghasilkan kotoran telinga)
  3. Cerumen berlebihan dalam menanggapi trauma atau penyumbatan di dalam saluran telinga

Bila kotoran telinga terakumulasi begitu banyak sehingga membentuk blok saluran telinga dan mengganggu pendengaran, maka saat itulah kotoran telinga perlu dibersihkan.

Orang mungkin akan mencoba menggunakan cotton bud (pembersih telinga dengan kapas) atau tetes telinga bila kotoran telingan terlalu keras.

Penggunaan cotton bud baik dilakukan bila keadaan kotoran telinga sedikit cair dan tidak keras. Karena apabila kotoran telinga keras, maka penggunaan cotton bud justru akan membuat kotoran tersebut semakin masuk ke dalam telinga.

Dan untuk menggunakan tetes telinga, sangat penting untuk mengetahui bahwa telinga Anda tidak mengalami perforasi (bocor) gendang telinga sebelum menggunakan produk.

Menggunakan tetes telinga dengan keadaan gendang telinga berlubang dapat menyebabkan infeksi pada telinga tengah. Dan juga jika disertai rasa sakit, nyeri atau ruam kulit lokal penggunaan obat tetes harus dihentikan.

Pada saat seperti ini, dokter mungkin harus membersihkan kotoran telinga keluar (dikenal sebagai lavage), dengan vakum, atau bahkan membersihnya dengan instrumen khusus.



Sumber : healthdetik.com

Orang Kreatif dan Penderita Penyakit Mental Otaknya Sama


img
Edgar A. Poe (Foto: buzzle)
Stockholm, Ada orang yang memiliki tingkat kreativitas tinggi dan ide-ide yang tak terpikirkan oleh orang lain. Tapi seringkali orang seperti ini dicurigai menderita penyakit mental. Adakah hubungan kreativitas dengan penyait mental?

Studi terbaru menunjukkan otak memberikan respons yang sama terhadap senyawa kimia dopamin pada penderita skizofrenia dan juga orang-orang yang sangat kreatif.

Hasil penelitian menunjukkan adanya kesamaan antara orang yang sangat kreatif dan dengan skizofrenia. Temuan ini menunjukkan bahwa tipe orang yang kreatif kemungkinan tidak dapat menyaring informasi di kepalanya seperti layaknya orang normal, sehingga orang kreatif lebih mampu membuat hubungan untuk menciptakan ide-ide unik.

"Berpikir di luar kotak (cara biasa) kemungkinan karena memiliki kotak yang kurang utuh atau lengkap," ujar peneliti Fredrik Ullen dari Karolinska Institutet di Stockholm, Swedia, seperti dikutip dari LiveScience, Kamis (20/5/2010).

Studi ini menemukan bahwa keterampilan kreatif lebih umum ditemukan pada orang yang memiliki penyakit mental dalam riwayat keluarganya. Orang seperti ini juga diasosiasikan memiliki risiko lebih tinggi terhadapskizofrenia dan gangguan bipolar.

Beberapa penelitian juga menemukan hubungan antara kemampuan kreatif dan sistem dopamin di otak, yaitu jaringan saraf yang dibentuk untuk merespons dopamin. Namun mekanisme mengenai hubungan dopamin dan kreativitas sebagian besar masih menjadi misteri.

Ullen dan rekan-rekannya memberikan tes psikologi pada 14 orang peserta yang tidak memiliki sejarah penyakit mental di keluarganya. Tes ini dirancang untuk mengukur kreativitas dengan cara meminta partisipan menemukan solusi yang berbeda untuk memecahkan suatu masalah.

Ternyata, partisipan yang melakukan tugas ini dengan baik dan sangat kreatif memiliki kerapatan reseptor dopamin di otak atau dikenal dengan reseptor D2 yang lebih rendah. Reseptor D2 terletak di dalam daerah talamus.

"Diketahui bahwa orang dengan skizofrenia juga memiliki kerapatan D2 yang rendah di bagian otak talamus. Hal ini menunjukkan adanya hubungan antara penyakit mental dengan kreativitas," ungkap Ullen.

Bagian otak talamus memiliki fungsi sebagai pusat relay (penyiaran kembali), menyaring informasi sebelum mencapai daerah korteks serta bertanggung jawab terhadap kemampuan kognisi dan penalaran.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan secara online pada 17 Mei 2010 dalam jurnal PLoS ONE.



Sumber : detikhealth.com

Membina Moral Lewat Pengasuhan Orangtua


shutterstock

Dalam penulisan terdahulu, saya telah mengutip pendapat dari Linda dan Richard Eyre (1993) dari bukunya yang berjudul”Mengajarkan Nilai-Nilai kepada Anak” tentang adanya 12 macam nilai moral yang perlu ditanamkan kepada anak.

Nilai-nilai adalah kejujuran, keberanian, cinta damai, percaya diri, disiplin diri dan sikap tahu batas, kemurnian, kesetiaan/dapat dipercaya, respek/hormat, cinta/kasih sayang, tidak egois/kepekaan, baik hati dan keadilan/belas kasihan.

Aabila pembaca mempunyai pandangan dan pilihan nilai moral lain yang dianggap lebih penting, hal tersebut tentunya sah saja karena pembagian nilai moral memang cukup bervariasi.

Dari ke-12 nilai yang telah disebutkan oleh pasangan Eyre, setengah yang pertama disebut sebagai ”nilai nurani” (values of being) karena nilai-nilai ini bermula dari berkembangnya kualitas atau sikap dalam diri kita yang menentukan perilaku dan cara kita memperlakukan orang lain. Sedangkan setengah yang terakhir disebut dengan ”nilai memberi” (values of giving) karena bermula ketika kita memberikan kepada orang lain dan selanjutnya akan berpengaruh terhadap jawaban siapakah kita.

Meski digolongkan, keduanya saling bertemu, tumpang tindih, dan mewarnai satu sama lain. Nilai nurani diberikan sebanyak yang diterima. Bisa dipraktikkan ”keluar”, tetapi bisa juga dikembangkan ”di dalam”.

Sementara itu, nilai-nilai memberi akan diterima sebanyak yang diberikan dan berkembang begitu dipraktikkan. Jadi, memberi dan menerima, berkembang dan membantu perkembangan anak, dengan cepat akan berpadu menjadi satu. Pada waktu kita mempraktikkan rasa sayang dan hormat kepada diri sendiri dan membangun nilai-nilai itu ke dalam diri kita, kita sekaligus menularkan disiplin atau kesabaran kepada anak kita melalui teladan.

Meningkatkan nilai moral

Menurut pasangan Eyre, memberikan contoh adalah guru yang terbaik. Hal-hal yang kita, sebagai orangtua, perbuat selalu berdampak lebih luas, jelas, dan berpengaruh daripada yang kita katakan. Jadi, apabila kita tidak ingin anak berdusta, orangtua juga harus memberikan contoh dengan menampilkan perilaku jujur. Agar anak tidak mem-bully teman sekolahnya, orangtua perlu menampilkan perilaku hormat, cinta damai, dan mengasihi.

Metode untuk mengembangkan moral anak perlu memerhatikan tahap perkembangan anak. Apabila anak belum bersekolah, metode yang paling efektif adalah melalui permainan sederhana, lagu, atau cerita. Apabila anak sudah makin besar, bisa melalui pepatah, puisi, permainan, simulasi, dan imajinasi. Bagi remaja, akan lebih sesuai dengan mengajak mereka berbincang tentang suatu konsep moral, mendiskusikan, dan menganalisis masalah bersama.

Yang menarik dari pembagian nilai moral Eyre yang berjumlah 12 ini adalah bahwa setiap bulan, orangtua dapat memusatkan perhatian untuk mengembangkan satu macam nilai moral dan apabila telah selesai dalam satu tahun, orangtua dapat mengulangi dari awal dengan metode yang berbeda karena anak sudah bertambah umur.

Bermain peran dan berbagai permainan kata akan bermanfaat karena memungkinkan anak menempatkan diri dalam suatu situasi, melihat dampak dan hubungan sebab akibat dari berbagai pilihan tingkah laku. Menghafalkan peribahasa dan membahas suatu cerita moral akan berguna untuk menanamkan nilai moral keanak.

Diskusi tentang konsep membuat anak dapat bicara tentang istilah moral sesuai dengan usia mereka, sementara orangtua membantu mengembangkan minat dan kemampuan anak untuk berbicara secara serius dengan orang dewasa. Terdapat hubungan erat antara perilaku moral anak dan banyaknya waktu yang digunakan untuk berbincang dengan orangtua. Apabila sering terjadi interaksi, nilai kita secara perlahan tapi pasti akan menular kepada anak.

Pengakuan atas perilaku positif dan pengabaian atas perilaku negatif terbukti lebih efektif dalam mengembangkan nilai moral. Orangtua lebih sering memerhatikan perilaku negatif, sedangkan yang positif terabaikan karena dianggap sudah semestinya dilakukan. Padahal, pemberian penghargaan dan ganjaran apabila digabung dengan pujian akan menjadi cara yang berdaya guna untuk mendukung perilaku yang bermoral. Anak juga perlu mendapat kesempatan untuk memperbaiki kesalahan.

Pemberian hukuman bagi pelanggaran peraturan kepada anak hendaknya hanya dilakukan kalau terbukti mereka mengerti tentang apa yang diharapkan darinya, terlebih lagi kalau anak sengaja melanggar harapan tersebut.

Cara terbaik tetap dengan memberikan ganjaran/hadiah apabila anak berperilaku sesuai nilai moral. Meski anak memerlukan disiplin, hal ini akan menjadi masalah serius bagi anak yang lebih besar. Penggunaan secara berkelanjutan teknik-teknik disiplin yang efektif ketika anak masih kecil ternyata cenderung menyebabkan kebencian kepada anak yang sudah lebih besar. Artinya, pemberian disiplin juga harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan seorang anak.

Apabila telah meningkat remaja dan bertambah umur, tentunya orangtua tak dapat mengawasi anak mereka lagi. Mereka sudah harus bertanggung jawab dalam pengendalian tingkah laku sendiri. Apabila terbukti bahwa remaja dapat memberikan alasan yang masuk akal bagi perbuatannya, ia dapat terhindar dari hukuman atau penolakan sosial.

Cara yang efektif bagi semua orang untuk mengawasi tingkah lakunya sendiri adalah melalui pengembangan hati nurani. Ia harus termotivasi untuk bertindak sesuai dengan standar moral kelompok. Seseorang akan merasa bersalah apabila sadar bahwa tindakannya tidak memenuhi harapan sosial kelompoknya, sedangkan rasa malu timbul hanya jika ia sadar akan penilaian buruk kelompok terhadap tindakannya itu.

Agustine Dwiputri, psikolog
Sumber : kompas.com