Senin, 29 Maret 2010

Obrolan "Berisi" Mendatangkan Bahagia

 
shutterstock
Meluangkan waktu bersama orang lain untuk membicarakan hal yang bersifat lebih dalam, seperti makna hidup, harapan, dan bukannya hal remeh-temeh seperti obrolan tentang cuaca atau kemacetan, bisa membuat seseorang lebih berbahagia dalam hidupnya. Demikian menurut Matthias Mehl, psikolog dari University of Arizona, Amerika Serikat.
"Ini sangat menarik, karena kita bisa lebih berbahagia bila kita mau membuka diri untuk diskusi yang sifatnya lebih dalam dan personal," kata dr.Mehl.
Ia mengatakan, obrolan yang "berisi" bisa mendatangkan kebahagiaan karena dua alasan, yakni karena setiap manusia punya dorongan untuk mencari dan menciptakan makna dalam hidupnya. Kedua, karena manusia adalah mahluk sosial yang selalu ingin berhubungan dengan orang lain.
"Secara interpersonal, dengan melakukan diskusi yang dalam, kita bisa membuat ikatan dengan orang lain. Dan seperti kita ketahui, hubungan interpersonal dan dasar yang penting untuk kebahagiaan," kata Mehl.
Dalam penelitiannya, Mehl melakukan studi kecil yang melibatkan 79 mahasiswa yang bersedia mengenakan alat perekam untuk merekam setiap percakapan yang mereka lakukan dengan orang lain selama empat hari.
Kemudian hasil rekaman tersebut dikelompokkan menjadi diskusi yang bersifat ringan, seperti obrolan tentang cuaca atau acara TV, dan obrolan yang lebih "berbobot", misalnya tentang isu-isu hangat, filsafat, agama, serta pendidikan.
Orang yang paling bahagia, berdasarkan pengakuan mereka tentang kepuasan hidup, adalah mereka yang sering melakukan diskusi yang lebih berisi dengan orang lain. Orang-orang berbahagia ini hanya melakukan obrolan ringan 10 persen, atau tiga kali dalam sehari, dan mengobrol bermakna sebanyak 28,3 persen lebih sering dibanding orang yang tidak bahagia.

Sumber: kompas.com

Larva Undur-undur untuk Obat Berbagai Penyakit?

 
Wadah Pasir Tempat Undur-undur Hidup
Pernah mendengar hewan undur-undur? Larva serangga undur-undur (Myrmeleontindae) atau yang biasa disebut semut singa dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
Menurut seorang penjual undur-undur, Ernawati, larva undur-undur dapat menyembuhkan penyakit darah tinggi, stroke, sakit gula, diabetes, sesak napas, reumatik, sakit kuning, pegel linu, dan lainnya. "Bisa buat kesehatan, diminum (ditelan) hidup-hidup," ujar Ernawati yang ditemui di pasar burung Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (23/2/2010).
Karena dipercaya mampu menyembuhkan penyakit, undur-undur membuka peluang bisnis untuk diperjualbelikan. Ernawati mengaku, seekor larva undur-undur laku dijual Rp 300- Rp 1.000 tergantung penawaran pembeli.
Ukuran larva undur-undur seukuran semut besar namun gempal, pipih, berkaki enam, dan memiliki taring di kepalanya.
Menurut Ernawati, pembeli biasa membeli dalam jumlah bervariasi mulai dari 10 ekor hingga ribuan ekor. "Jadi bisa untung kadang tiga ratus ribu, kadang empat ratus, kadang lima ratus, tujuh setengah, tergantung lagi banyak apa enggak," katanya.
Meskipun menguntungkan, larva undur-undur cukup sulit ditangkap. Mereka tinggal dalam pasir dan biasanya bersembunyi di dalam membuat berbentuk corong yang dibuat dengan tubuhnya dengan bergerak mundur.  "Kalau musim hujan, jarang ada, biasanya di pasir samping dinding rumah, teras, pesisir pantai, banyak di Jawa Tengah," kata Ernawati.
Karena sulit dicari itulah, maka Ernawati selama hanya mengandalkan pemasok dari Jawa Tengah yang rutin mengirim stok larva undur-undur yang kemudian dijual Ernawati tersebut.
Mengenai biaya perawatan stok larva undur-undur, Ernawati mengatakan, "Gampang, tinggal taroh di pasir kering, dikasih susu," katanya.
Uniknya, larva undur-undur biasa diberi makan susu bubuk agar bertahan selama disimpan menunggu pembeli. "Makannya susu bubuk, susu bayi, taburin saja sedikit di pasirnya," kata Ernawati.

Sumber: kompas.com

Jumat, 12 Maret 2010

Segarkan Kulit Mata dengan Air Dingin

Segarkan Kulit Mata dengan Air Dingin
Penulis : Ikarowina Tarigan
Segarkan Kulit Mata dengan Air Dingin naturalhomemagazine.com
MATA yang merupakan jendela hati adalah bagian wajah yang paling ekspresif. Mata yang cerah mengisyaratkan bahwa Anda cukup istirahat. Sedang mata dengan lingkaran hitam atau bengkak di sekitarnya menggambarkan kondisi kesehatan, kebiasaan tidur dan malam yang kurang.

Untuk menjaga agar mata tetap bercahaya, berikut beberapa cara alami yang bisa menjadi panduan Anda:

Tidur cukup. Jika lingkaran hitam di bawah mata disebabkan oleh kurang tidur, Anda tidak memerlukan perawatan kulit yang mahal. Mulailah penuhi jam tidur Anda, usahakan delapan jam semalam.

Perbanyak minum air putih. Bengkak bisa mengindikasikan retensi cairan. Anda bisa mengurangi bengkak dengan memperbanyak asupan air putih.

Batasi asupan kafein, alkohol dan makanan asin. Makanan ini juga bisa membuat mata bengkak. Jika ini merupakan pemicunya, cobalah menguranginya dari asupan diet Anda.

Percikkan air dingin. Saat mata terasa lelah, cobalah percikkan air dingin ke mata dan tutup selama beberapa menit.

Ketimun. Selain air dingin, Anda juga bisa menggunakan irisan ketimun untuk mengurangi garis dan bengkak di bawah mata. Caranya, letakkan potongan ketimun di mata dan diamkan selama beberapa saat.

Castor oil.Castor oil merupakan pendingin yang baik sekaligus menutrisi kulit untuk menghilangkan garis-garis di bawah mata. Caranya, oleskan castor oil ke atas kelopak mata dan ke kulit di sekitar mata. Untuk mendapatkan hasil maksimal, biarkan sepanjang malam.

Gunakan biji kelabat (fenugreek). Biji kelabat sangat baik untuk menjaga kesehatan kulit di sekitar mata. Biji kelabat bekerja dengan mendinginkan tubuh dan membantu mengurangi bengkak. Caranya, campurkan sedikit biji kelabat dan buttermilk kemudian minum untuk mendinginkan tubuh dan mata.

Oleskan jus limau. Campurkan jus limau dan tomat dengan madu serta kunyit kemudian oleskan di sekitar mata. Biarkan selama 15 menit kemudian bersihkan dengan air dingin.

Oleskan minyak zaitun atau minyak almond. Oleskan minyak ini ke atas kulit di sekitar mata dalam gerakan melingkar. Cara ini berfungsi meningkatkan aliran darah dan mengangkat lingkaran gelap dan bengkak di mata.

Perbanyak konsumsi sayuran hijau, bayam, wortel, dan almond untuk mencukupi kebutuhan nutrisi mata dan kulit. (IK/OL-08)

Sumber: mediaindonesia.com

Sabtu, 06 Maret 2010

Meditasi Tingkatkan Daya Ingat

Meditasi Tingkatkan Daya Ingat
depression-treatment-ocd.com
STUDI menemukan, teknik meditasi kirtan kriya meningkatkan aliran darah ke otak dan memperbaiki daya ingat dalam waktu delapan minggu saja.

Di awal studi, 15 partisipan yang berusia 52 hingga 77, mengalami gangguan daya ingat. Selama delapan minggu, semua partisipan melakukan meditasi di rumah yang dikenal dengan kirtan kriya. Jenis meditasi ini dikembangkan dari tradisi yoga kundalini.

"Hanya memerlukan waktu 12 menit sehari, mudah dipelajari, tidak perlu biaya dan tidak mempunyai efek samping," terang peneliti Dharma Singh Khalsa, MD, dari Alzheimer's Research and Prevention Foundation di Tucson, Arizona.

Bagaimana teknik meditasi membantu? "Sama seperti pergi ke gym dan mengangkat beban selama delapan minggu. Anda akan bertambah kuat. Hal yang sama juga terjadi pada otak. Proses meditasi ini melatih otak dengan cara memperbaiki lingkungan kimia dan anatomi otak sehingga berfungsi lebih baik," tegas Khalsa, seperti dikutip situs webmd.com.

Teknik

Dalam studi yang dipublikasikan di Journal of Alzheimer's Disease ini, peneliti meminta partisipan menjalani tes kognitif dan pemetaan gambar otak untuk mengukur aliran darah.

Para partisipan mempelajari teknik kirtan kriya. Teknik tersebut meliputi pengulangan empat bunyi, SA, TA, NA, MA. Sambil mengucapkan bunyi tersebut, partisipan juga menyentuh ibu jari hingga jari telunjuk, jari tengah, jari manis dan jari kelingking.

Mereka diminta mengucapkan bunyi tersebut keras-keras selama dua menit, berbisik selama dua menit, tanpa suara selama empat menit, berbisik selama dua menit, dan mengucapkan kembali dengan keras selama dua menit.

Sedang kelompok pembanding yang terdiri dari lima partisipan mendapatkan perlakuan yang agak berbeda. Mereka juga menjalani tes pemetaan yang sama tetapi diminta mendengarkan dua biola Mozart per hari selama delapan minggu 12 menit sehari.

Perbaikan daya ingat

Studi menemukan:

  • Partisipan yang melakukan meditasi mengalami peningkatan darah ke otak besar, tepatnya ke lobus frontal dan lobus parietal, dua area yang terlibat dalam mengingat memori.
  • Partisipan yang mendengarkan musik juga mengalami peningkatan aliran darah ke otak besar, tapi tidak signifikan.
  • Kelompok meditasi mengalami peningkatan performa dalam tes yang mengukur kognisi (pengenalan). Mereka diminta menyebutkan sebanyak mungkin nama hewan yang mereka ingat dalam satu menit.
  • Kelompok meditasi juga mengalami peningkatan dalam tes yang mengukur daya ingat, perhatian, dan pengenalan.
  • Kelompok yang mendengarkan musik tidak mengalami peningkatan pengenalan yang signifikan. (IK/OL-08)
  • Sumber:mediaindonesia.com

Jumat, 05 Maret 2010

11 Makanan Paling Terkontaminasi Pestisida

Ada sejumlah sayuran dan buah-buahan yang paling banyak meninggalkan jejak residu kimia.
Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti


Membeli bahan makanan organik memang lebih mahal ketimbang bahan makanan non-organik, sebab banyak orang khawatir, jika mengonsumsi makanan non-organik dalam jangka panjang bisa menyebabkan kanker, infertilitas dan gangguan kondisi neurologis, seperti parkinson. Hal ini bisa terjadi karena banyak makanan non-organik baik buah dan sayur banyak menyerap pestisida yang meninggalkan jejak residu dalam buah dan sayur yang bisa membahayakan kesehatan dalam jangka panjang.

Namun, Anda perlu tahu, beberapa makanan non-organik yang menggunakan pestisida juga aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang. Untuk lebih menghemat anggaran, Anda pun perlu tahu bahan makanan apa saja yang paling banyak terkontaminasi dengan residu pestisida. Sehingga, Anda pun wajib membeli bahan makanan organik baik buah dan sayur mayur. Environmental Working Group (EWG), telah mengidentifikasi 15 buah-buahan dan sayuran yang paling mungkin terkontaminasi dengan residu pestisida :

1. Asparagus
2. Alpukat
3. Brokoli
4. Kubis
5. Terong
6. Kiwi
7. Mangga
8. Bawang
9. Pepaya
10. Nanas
11. Jagung manis (beku)
12. Kacang manis (beku)
13. Ubi
14. Tomat
15. Semangka

EWG juga mengidentifikasi 11 buah-buahan dan sayuran yang paling mungkin memiliki jumlah jejak residu pestisida lebih tinggi. Jika anggaran Anda memungkinkan, ada baiknya membeli makanan organik dari 11 jenis sayuran dan buah di bawah ini :
1. Apel
2. Wortel
3. Seledri
4. Ceri
5. Anggur (impor)
6. Selada
7. Nectarine atau madu
8. Peach atau persik
9. Pir
10. Paprika manis
11. Stroberi
•Sumber: VIVAnews

Pertolongan Pertama Atasi Keracunan

Ilustrasi

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pun begitu dalam pencegahan keracunan. Menjaga kebersihan bahan makanan adalah salah satu cara menghindar dari keracunan. Cara termudah adalah selalu mencuci bahan makanan sebelum diolah.
Meski sudah serba bersih, tak urung, kita bisa saja kecolongan. Tanpa kita tahu sebabnya, tiba-tiba ada saja orang yang keracunan setelah menyantap hidangan yang kita olah. Jika itu terjadi, ada, baiknya, kita semua harus tahu bagaimana menolong korban keracunan.
Meski ini sifatnya sementara, "Pertolongan pertama bisa membantu kondisi pasien, sebelum dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut," ajar Eddy Setyo Mudjajanto, Ahli Keamanan Pangan dari Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (IPB).
Bantuan medis dari profesional diperlukan lantaran mengidentifikasi penyebab keracunan tidaklah gampang. Terkadang, reaksi atau gejala dari keracunan munculnya pada korban akibat keracunan tak langsung. "Ada jeda beberapa jam kemudian, bahkan selang beberapa hari," ujar Eddy. Untuk itu, identifikasi lewat analisis hasil laboratorium penting dilakukan.
Menurut Eddy, pertolongan pertama pada korban keracunan tidak boleh dilakukan secara serampangan. Pertolongan bisa dilakukan bila kasus keracunan pada si korban tak parah dan belum lama terjadi. "Artinya, makanan yang mengandung racun masih berada dalam saluran cerna," ujar dia.
Keadaan itu, kata Mulyadi Tedjapranata, dokter yang berpraktik di Klinik Medizone, Kemayoran, Jakarta Utara umumnya dua sampai tiga jam setelah korban menyantap makanan.
Lantas pertolongan pertama seperti apa yang mesti kita lakukan saat ada korban akibat keracunan?
Menurut para ahli makanan dan dokter, pertolongan pertama yang bisa kita lakukan adalah dengan memberikan karbon aktif atau arang aktif ke korban. Di pasaran, ada arang aktif yang dijual. Salah satu yang terkenal norit.
Tablet berwarna hitam ini punya sifat arang aktif yang mampu menyerap apapun yang ada di sekitarnya, termasuk racun. Semakin banyak yang dimakan, semakin banyak racun yang diserap. Hanya saja, norit cuma menyerap racun yang masih di saluran pencernaan dan belum ikut beredar dalam darah.
Menurut Mulyadi, bahan baku norit relatif aman dikonsumsi. "Orang boleh mengkonsumsi norit sampai 20 tablet sekaligus," kata dia.
Meskipun norit mampu menyerap banyak racun, norit nyatanya juga menyerap zat gizi dan vitamin yang terdapat pada makanan. Oleh karena itu, saat menenggak norit, korban juga harus terus diberikan minum air putih untuk menggantikan zat yang ikut terserap norit.
Bila norit tak tersedia, kita bisa menggantikannya dengan susu. Mulyadi bilang, susu memiliki kelebihan mengikat racun yang ada dalam tubuh agar tak beredar dalam tubuh. Susu juga bisa merangsang muntah sehingga makanan beracun bisa ikut keluar.
Namun, tak semua korban keracunan bisa diberikan susu atau norit. Korban keracunan karena zat korosif seperti bensin dan minyak tanah pantang mengonsumsi susu dan norit. Pemberian susu dan norit malah bisa memperparah.

"Ada baiknya, mereka langsung dibawa ke ke rumah sakit," kata Mulyadi.
Jika korban keracunan anak-anak, pemberian susu juga tak disarankan. "Jika mereka dirangsang muntah bisa membuat mereka tersedak dan malah bisa berakibat fatal," ajar Mulyadi.
Hal penting dalam penanganan korban keracunan adalah memperhatikan jamlah cairan dalam tubuh. Reaksi keracunan adalah muntahmuntah dan diare. Bila itu terjadi terus-menerus, penderita pasti kehilangan banyak cairan dan bisa berakibat dehidrasi. Air kelapa yang mengandung elektrolit bisa membantu korban yang banyak kehilangan cairan. (Sanny Cicilia Simbolon)

Sumber:Kompas.com