Sabtu, 23 Januari 2010

Penanda Tumor Sejak Dini


Kenali Penanda Tumor Sejak Dini
Ada beberapa macam penanda tumor yang terkandung dalam darah.
J
Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti
Kanker Serviks (doc Corbis)
Deteksi dini penyakit kanker bisa dilakukan melalui tes darah. Sebab, dengan tes darah, pasien akan mengetahui adanya penanda tumor dalam tubuh. Penanda tumor ini biasanya berupa protein yang terbentuk oleh sel-sel kanker.

Ada beberapa macam penanda tumor. Beberapa di antaranya sangat spesifik sehingga dapat membantu mendeteksi jenis kanker dengan cepat. Berikut di antaranya,

Alpha Fetoproteiin (AFP)
Kadar AFP dalam tubuh sangat berguna untuk mendeteksi adanya kanker hati atau Karsinoma Hepatoseluler. Kadar normal AFP dalam tubuh biasanya kurang dari 20 ng/mL. Namun, pasien pengidap kanker hati, kadar AFP biasanya meningkat lebih dari 500 ng/mL. Kadar AFP akan meningkat seiring membesarnya tumor.

Kadar AFP meningkat pula pada pasien pengidap hepatitis akut dan kronis, tapi tidak sampai 100 ng/mL. Demikian pula pada penderita kanker testis
tertentu (jenis sel embryonal dan endodermal sinus), kanker ovarium jenis tertentu, juga kanker testis yang disebut yolk sac tumor atau mixed germ cell cancer.

Beta-2-Microglobulin (B2M)
Kadar B2M akan meningkat pada multiple myeloma, chronic lymphocytic leukimia ( CLL ) dan beberapa limfoma. Kadar normal B2M dalam tubuh kurang dari 2,5 ug/mL. Pasien dengan kadar B2M tinggi menunjukan prognosis jelek.

Ca 15-3
Kandungan Ca 15-3 dalam tubuh biasanya digunakan untuk memonitor adanya sel kanker payudara. Kadar normal biasanya kurang dari 25 U/mL, tapi ada pula wanita sehat yang memiliki kadar Ca 15-3 hingga 100 U/mL.

Peningkatan kadar Ca 15-3 darah dalam tubuh dijumpai pada kurang dari 10 persen pasien kanker payudara dengan stadium awal, dan sekitar 70 persen pada pasien dengan stadium lanjut. Kadar Ca 15-3 biasanya menurun seiring keberhasilan terapi.

Ca 125 
Merupakan penanda tumor standar yang digunakan untuk memonitor pertumbuhan sel kanker epitel ovarium. Kadar normal biasanya kurang dari 30–35 U/mL. Sementara lebih 90 persen pasien dengan kanker epitel ovarium stadium lanjut memiliki kadar Ca 125 lebih tinggi.

Ca 72-4
Suatu penanda tumor baru yang masih dalam penelitian untuk tumor ovarium, pankreas, dan saluran cerna.

Ca 19-9
Walaupun pada awalnya dikembangkan untuk mendeteksi kanker colorectal, tapi ternyata lebih sensitif terhadap kanker pankreas. Kadar normal kurang dari 37 U/mL. Kadar yang tinggi pada awal diagnosis menunjukan stadium lanjut dari kanker.

Calcitonin adalah hormon yang diproduksi sel tertentu (parafollicular C Cells) pada glandula tiroid yang secara normal membantu regulasi kadar kalsium darah. Kanker pada Parafollicular C Cells yang disebut medullary thyroid carcinoma (MTC) menyebabkan peningkatan kadar hormon calcitonin dalam darah.

Prostate-Specific Antigen (PSA)
Adalah penanda tumor untuk kanker prostat. Kadar PSA bukan pada pasien yang tak mengidap kanker kurang dari 4 ng/mL, dan mereka yang diindikasi mengidap kanker memiliki kadar PSA lebih dari 10 ng/mL. Sedangkan pasien dengan kadar PSA antara 4–10 ng/mL tergolong area abu–abu sehingga dokter akan melakukan deteksi lanjutan dengan biopsi untuk memastikan adanya sel kanker dalam tubuh.
• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar