Rabu, 28 Oktober 2009

Minum Sedikit Mengundang Penyakit

TEMPO Interaktif, Beruntunglah mereka yang tinggal di dataran tinggi. Penelitian The Indonesian Regional Hydration Study (THIRST) 2009 menemukan orang yang hidup di dataran rendah lebih rentan terkena dehidrasi. Adapun pola kebiasaan minum orang gunung dinilai lebih baik. Mereka kaya makan makanan yang mengandung air terselubung, seperti soto, bakso, sayur, dan buah.

Studi ini merupakan kerja sama tiga perguruan tinggi, yaitu Institut Pertanian Bogor, Universitas Airlangga, Surabaya, dan Universitas Hasanuddin, Makassar. Penelitian dilakukan di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Sampelnya remaja berusia 15-18 tahun dan dewasa 25-55 tahun sebanyak 1.200 jiwa pada Agustus 2008 dan 2009.

Menurut pemimpin studi, Profesor Hardinsyah, di dataran tinggi seperti Lembang (Bandung) dan Malang (Jawa Timur), akses air bersih mudah didapat. Sedangkan di kota Jakarta, Surabaya, dan Makassar, air bersih sudah langka karena banyak terkontaminasi air laut. Akhirnya mereka terpaksa beli air mineral. "Jadi pola kebiasaan minum orang dataran rendah tidak baik," kata Hardinsyah dalam diskusi "Waspadai Efek Dehidrasi terhadap Kesehatan" di Jakarta, pekan lalu.

Pola kebiasaan minum tidak baik ini ditambah dengan gaya hidup orang kantoran di dataran rendah yang gemar ruangan ber-AC. Ruangan AC dengan suhu dingin dan udara keringnya membuat pusat rasa haus dalam otak tidak bekerja. Padahal suhu demikian membuat orang kerap bolak-balik buang air kecil. "Sehingga terjadi dehidrasi," tutur Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB ini.

Dehidrasi terjadi akibat pemasukan dan pengeluaran cairan tidak seimbang. Misalnya, penurunan cairan tubuh sebanyak 1-2 persen dari berat badan. Persentase ini sudah masuk kategori dehidrasi ringan. Artinya, dengan berat badan 60 kilogram, kekurangan 0,6 liter air dari standar kebutuhan air sekitar 1,8-3 liter per hari dapat menyebabkan dehidrasi.

Penelitian ini memang menemukan fakta bahwa 46,1 persen dari remaja dan dewasa yang diteliti mengalami dehidrasi ringan. Penyebab utamanya adalah rendahnya pengetahuan subyek tentang fungsi air bagi tubuh dan manfaat air minum bagi kesehatan secara umum.

Sebetulnya sepertiga konsumsi air tubuh manusia menurut para ahli diperoleh dari makanan (air terselubung). Karena itu, makanan salad atau yang berkuah, ditambah buah dan sayur, bisa membantu seseorang terhindar dari dehidrasi. "Masalahnya orang Indonesia itu 'Madona' alias manusia doyan nasi. Padahal sedikit sekali air terselubung dalam karbohidrat seperti nasi," kata Hardinsyah.

Pada kasus lain, ada sebagian kecil wanita muda yang khawatir gemuk jika banyak minum air. Menurut mereka, khususnya air dingin, bisa membuat badan semakin lebar. Hal ini dibantah ahli ginjal dan hipertensi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Dr Parlindungan Siregar SpPD.

Menurut Parlindungan, dengan minum air dingin, suhu tubuh akan menyesuaikan. Tubuh akan berubah hangat sehingga kalori menjadi keluar. "Kalau kalori keluar dari tubuh, seharusnya membuat tambah kurus, tidak logis kalau tambah gemuk," kata Parlindungan dalam kesempatan sama.

Hardinsyah menyarankan minum itu kalau bisa setiap setengah jam sekali. "Jangan malas minum," kata profesor kelahiran Pekanbaru ini. Sebab, ada kasus di sekolah-sekolah di Jakarta Utara yang para siswanya malas minum karena takut kencing di toilet yang jelek. Padahal menahan kencing dan kurang minum bisa menyebabkan infeksi saluran kemih.

"Bahkan kurang minum bisa menyebabkan timbulnya batu di saluran kemih," Parlindungan menjelaskan lebih lanjut, minum air yang cukup dan tidak menahan kencing merupakan cara efektif terhindar infeksi saluran kemih. Ia menuturkan, asupan air minum dengan sasaran volume urine 2 liter dapat mencegah kekambuhan batu saluran kemih, terutama yang paling berisiko penyakit ini adalah wanita menopause.

Namun, ia mengingatkan, orang usia lanjut sebaiknya minum air tidak lebih dari 1,5 liter per hari. Kelebihan konsumsi air bisa membuat pembengkakan karena reabsorpsi air berjalan lambat dalam tubuh mereka.
Penyebab Dehidrasi
1. Kurang minum
2. Keringat berlebihan
3. Suhu atau iklim
4. Perdarahan
5. Gangguan penyakit--menyebabkan banyak kencing

Penyebab tidak langsung:
1. Pengetahuan air minum
2. Akses pada air minum
3. Lingkungan (fisik dan sosial)

Gejala Dehidrasi
1. Haus, mulut dan tenggorokan kering
2. Suhu tubuh meningkat
3. Sakit kepala dan lemas
4. Denyut nadi cepat
5. Air kencing pekat dan sedikit

Sumber: Profesor Dr Ir Hardinsyah, Ketua Umum Perhimpunan Peminat Gizi dan Pangan Indonesia

HERU TRIYONO

Seperti Pisau Bermata Dua


TEMPO Interaktif, Jakarta -Saban hari menjelang berangkat kerja, Nessa Morena, 22 tahun, tak selalu berkumur dengan obat kumur. "Mulut saya terasa segar." Lantaran manjur mengusir bau tak sedap, obat kumur ini jadi langganan Nessa sejak empat tahun lalu.

Perih yang menyengat di mulut oleh obat kumur tak dihiraukannya karena terbayar oleh efek segar yang didapatnya. Begitu pun seriawan dan gusi berdarah yang kerap dirasakannya -- sejak langganan obat kumur itu -- tidak dihiraukan. Ia hanya mengganti obat kumurnya dengan obat kumur merek lain dan masalahnya pun beres.

Nessa seharusnya tidak hanya beralih ke obat kumur merek lain. Ia seharusnya menghentikan pemakaian obat kumur. Kepala Satuan Medik Fungsional Periodonsia Rumah Sakit Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Ahmad Syaify, mengatakan obat kumur tidak dianjurkan dipakai.

Semua obat kumur, kata Syaify, mengandung antiseptik yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Beberapa obat kumur bahkan mengandung antibiotik yang dapat membunuh bakteri.
Penggunaan obat kumur secara berlebihan akan menguras semua bakteri, baik patogen maupun tidak.

Meski obat kumur berfungsi menghambat pertumbuhan atau membunuh bakteri namun tidak semua bakteri di dalam mulut berbahaya. Bakteri atau kuman tidak sepenuhnya bersifat patogen atau merusak gigi.

Bakteri yang merusak tumbuh dalam plak atau lendir yang menempel terus menerus pada permukaan gigi. Bakteri inilah yang perlu dihambat atau disingkirkan. Tetapi ada bakteri yang berfungsi untuk metabolisme dan fermentasi sisa makanan.

"Bakteri itu flora normal dalam mulut." Sehingga diperlukan keberadaannya. Berkurangnya flora normal, membuat mulut lebih mudah terjangkit jamur (kandidiasis). Akibatnya, lidah, gusi, dan bagian mulut lainnya menjadi berwarna keputihan. Mulut pun akan mudah terinfeksi. Dalam kondisi ini, orang tidak akan terhindar dari bau mulut tak sedap.

Obat kumur juga bisa menimbulkan sariawan dan radang pada gusi seperti yang dialami Nessa. Menurut Syaify, kemungkinan karena bahan kimiawi dalam obat kumur menimbulkan respon hipersensitif atau alergi. "Beberapa orang memiliki alergi terhadap bahan obat kumur." Penyebab alergi bisa berasal dari bahan dari obat kumur.

Beberapa bahan baku obat kumur juga bisa menyebabkan sariawan seperti alkohol yang jamak digunakan. Bahan ini bisa menyebabkan iritasi terhadap jaringan epitel (lunak) pada permukaan rongga mulut.

Selain menimbulkan sariawan, alkohol dalam obat kumur bisa memicu tumbuhnya kanker. Kandungan dalam alkohol, asetaldehid, bersifat karsinogen yakni bisa memicu penyakit kanker. Asetaldehid yang terurai akibat mulut gemar berkumur bisa saja terakumulasi menjadi pemicu kanker.

Alkohol juga dapat meningkatkan permeabilitas sel-sel mukosa. Sel-sel mukosa yang gampang ditembus menyebabkan zat kimia penyebab kanker seperti nikotin dengan mudah masuk ke sel dan mengubah perangai sel-sel normal.

Namun, meski obat kumur itu bisa membunuh kuman dan membuat iritasi jaringan lunak rongga mulut, fungsinya tak bisa menggantikan sikat gigi. Menurut Syaify menyikat gigi bertujuan menghilangkan plak pada permukaan gigi. Plak ini hanya bisa dihilangkan dengan kontak fisik yaitu menyikat gigi. "Berkumur saja tidak bisa menghilangkan." Plak harus dihilangkan karena plak merupakan rumah bagi bakteri patogen. Jika tidak, akan menimbulkan radang pada gigi.

Sebenarnya plak tidak bisa dihilangkan secara menyeluruh. Setelah menyikat gigi, mulut terasa kesat karena tak berlendir. Namun ketika gigi terlumur ludah, plak terbentuk kembali karena plak berasal dari ludah. Menyikat gigi akan memotong kematangan plak.

Plak yang matang mengandung bakteri patogen yang memiliki daya rusak yang kuat. Dalam 24 jam plak bisa matang kembali. Sehingga sangat dianjurkan dianjurkan menyikat gigi tiga kali sehari. "Menyikat gigi dengan benar sudah cukup tak perlu obat kumur." Karena belum tentu ada manfaatnya secara medis.

Adakah manfaat obat kumur? Setelah operasi gigi atau mulut obat kumur diperlukan untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Terutama obat kumur yang mengandung antiseptik. "Obat kumur dapat mengendalikan bakteri yang berpotensi masuk lewat luka di mulut," ujar Syaify.
AKBAR TRI KURNIAWAN I BERBAGAI SUMBER

Jumat, 16 Oktober 2009

Hati- Hati, Mie Instant Sebabkan Gangguan Kesehatan!


SALAH satu jenis makanan cepat saji adalah mie. Mie ini punya beberapa jenis. Ada mie instan, mie kering, mie basah, mie rebus yang dibuat dari terigu (gandum).

Ada juga bihun, yang dibuat dari tepung beras. Lalu soun yang dibuat dari pati tepung kacang hijau. Ada juga yang dibuat dari campuran tepung terigu dan beras, tepung tapioka, tepung kentang atau tepung soba.

Dari semua jenis mie itu, yang paling populer tentu mie instan, dengan berbagai merek dan cita rasanya, baik dalam kemasan plastik polietilen maupun polistiren (styofoam) dalam bentuk cangkir atau mangkuk.

Mie instan sebenarnya sangat panjang. Kemudian dilipat, digoreng, dan dikeringkan dalam oven panas. Penggorengan inilah yang membuat mie mengandung lemak. Bahan baku utama mie instan memang tepung terigu. Namun selama proses pembuatannya, dipakai juga minyak sayur, garam, natrium polifosfat (pengemulsi, penstabil, dan pengental), natrium karbonat dan kalium karbonat (keduanya pengatur keasaman), tartrazive (pewarna kuning).

Kadang natrium polifosfat dicampur guar gum. Bahan lain adalah karamel, hidrolisat protein nabati, ribotide, zat besi, dan asam malat yang fungsinya tidak jelas. Selain minyak sayur, ada pula food additive, yaitu bahan-bahan kimia yang ditambahkan selama proses pengolahan makanan agar makanan tersebut memiliki sifat-sifat tertentu.

Bumbu mie, seperti garam, gula, cabai merah, bawang putih, bawang merah, saus tomat, kecap, vetsin (MSG) dan bahan cita rasa (rasa ayam, rasa udang, rasa sapi) juga banyak menggunakan additive. Belum lagi styrofoam dalam mie cangkir yang dicurigai bisa menyebabkan kanker.

Mie instan mengandung karbohidrat dan lemak karena dikeringkan dengan cara digoreng dengan minyak. Makanan instan sebetulnya kurang mengandung protein, serat, dan vitamin.

"Bumbunya biasanya mengandung banyak garam sehingga tidak baik bagi penderita tekanan darah tinggi dan MSG (monosodium glutamat) atau penyedap rasa. MSG dapat menyebabkan demam, rasa lelah, dan sakit kepala bagi yang sensitif terhadap MSG," jelas dr Sonia Wibisono.

Makanan instan biasanya hanya mengandung zat karbohidrat dan lemak saja, tanpa tambahan lauk atau sayuran. Sehingga tidak mencukupi asupan gizi.

"Jadi, sebaiknya jangan memakan makanan instan setiap hari. Sekali-sekali boleh kalau bisa, hanya sekali seminggu atau kurang. Karena tubuh membutuhkan variasi makanan untuk melengkapi gizi yang diperlukan," sambung dokter cantik ini.

Ketika hendak menyiapkan atau menyajikan mie instan, lanjut dr Sonia, sebaiknya tidak semua bumbu dituangkan atau dipakai. Secukupnya saja untuk mengurangi garam dan MSG yang masuk ke dalam tubuh. Sebaiknya tambahkan lauk seperti ayam atau telur dan sayuran ke dalam mie instan.

"Wajar jika mie instan disukai karena praktis, cepat, lezat, dan murah. Tapi tahukah Anda bahwa mie instan memiliki kandungan gizi yang sangat minim dan bahkan zat additive tak baik untuk wanita yang tengah hamil dan juga balita?," tanyanya.

Meski risiko akibat additive tak langsung kelihatan, namun menurut Arlene Eisenberg, dalam buku berjudul What to Eat When You`re Expecting, ibu hamil sebaiknya menghindari makanan yang banyak mengandung additive. Bagi balita, bahan-bahan yang sebenarnya tak dibutuhkan tubuh ini juga bisa memperlambat kerja organ-organ pencernaan.

"Efeknya sih pasti mengurangi kesegaran dan kecantikan. Karena kan tubuh kurang nutrisi dan mie instan itu banyak mengandung MSG-nya," tandas dr Sonia.

Kandungan utama mie adalah karbohidrat. Ada juga protein tepung dan lemak, baik dari mienya sendiri maupun dari minyak sayurnya.

"Jika dilihat komposisi gizinya, mie memang tinggi kalori. Namun sangat minim zat-zat gizi penting lain seperti vitamin, mineral, dan serat," jelas dokter kelahiran Jakarta, 11 Oktober 1977 ini.

Karena itulah, mie tak perlu dikonsumsi setiap hari. Cukup sesekali. Dan perlu ditambahkan sayuran seperti kol, sawi, tomat, brokoli, wortel, kecambah, udang telur, sosis, atau kornet.(Genie/Genie/nsa)
Sumber : Okezone.com

Gaya Hidup Modern, Penyebab Utama Kanker

Gaya hidup modern sangat memengaruhi pola hidup sehat seseorang. Karena gaya hidup modern juga yang menyebabkan pola makan, rajin berolahraga, dan istirahat yang cukup sulit untuk dijalani.

Terlalu sibuk, dan tidak adanya waktu luang sering menjadi salah satu alasan malas untuk berolahraga. Gaya hidup modern yang serbainstan dan praktis, membuat orang malas untuk menjalankan pola hidup sehat.

Restoran-restoran yang menyajikan makanan cepat saji semakin menjamur. Meski harga makanan yang dibanderol relatif tinggi, namun tidak menyurutkan minat para pembeli untuk menikmatinya.

Kandungan nutrisi di dalamnya pun tidak lagi dipertimbangkan dengan baik. Nutrisi yang diserap tubuh ketika mengonsumsi makanan jenis cepat saji tidak lengkap, dan lebih banyak kandungan lemaknya yang bisa membahayakan kesehatan.

Kandungan kalori dan kolesterol yang tinggi, serta rendah akan serat biasanya menyebabkan lemak terbentuk dengan mudah pada tubuh jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik atau rajin berolahraga. Beragam penyakit yang bisa timbul jika sering menyantap makanan cepat saji. Belum lagi bisa menyebabkan obesitas (kegemukan).

Gaya hidup seperti ini dapat mengundang penyakit degeneratif ataupun penyakit yang banyak menyebabkan kematian di dunia seperti kanker.

Kanker adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh pola hidup seseorang yang tidak sehat. Dari tahun ke tahun, usia penderita kanker semakin muda saja. Kanker yang biasanya diidentikan penyakit bagi orang dewasa, kini bisa menyerang kawula muda. Karena itu, salah satu cara pencegahannya harus mulai disadari sejak dini. Yaitu melalui pemilihan asupan makanan yang tepat dalam keseharian.

Data dari American Cancer Society (ACS) menunjukkan, bahwa faktor eksternal, termasuk pemakaian tembakau, pola makan, penyakit infeksi, zat-zat kimiawi, dan radiasi menyumbang kira-kira 75 persen untuk semua kanker di Amerika Serikat. Sedangkan faktor genetik atau keturunan hanya menyumbang 5 sampai 10 persen untuk menimbulkan kanker.

Di antara itu semua, pemakaian tembakau, pola makan tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik merupakan faktor yang paling banyak memengaruhi risiko kanker. Untuk data di Indonesia, statistiknya belum ada. Tetapi paling tidak data dari negeri Paman Sam tersebut bisa menggambarkan betapa faktor eksternal berpengaruh cukup besar pada kanker.

Sumber: Okezone

Kenali infeksi Sinusitis Sejak Dini




Infeksi sinusitis adalah penyakit yang serius. Banyak orang yang menganggap sepele penyakit ini. Padahal di Amerika, tiap tahunnya 31 juta orang terkena infeksi sinus. Kenali penyebabnya dan cara mencegahnya.

Infeksi sinusitis dikenal dengan istilah rhinosinusitis. Sebanyak 14 persen orang dewasa di Amerika terserang rhinosinusitis setiap tahunnya dan sebanyak 91,2 juta orang harus berobat ke rumah sakit.

Seperti dikutip dari Health, Rabu (7/10/2009), infeksi sinus bisa menyebabkan beberapa gejala seperti suara sengau, batuk dan demam yang berkepanjangan. Pada kasus yang lebih serius, bisa tumbuh polip. Studi yang dimuat dalam The American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery menemukan bahwa infeksi sinusitis lebih banyak dialami wanita ketimbang pria.

Kebanyakan penyebabnya adalah adanya bakteri yang berkembang dalam sinusnya, yaitu di bagian belakang hidung, mata, dan tulang pipi. Sinus sendiri merupakan rongga kosong dalam tulang tengkorak kepala (pada daerah sekitar hidung) yang berisi udara.

Udara dingin dan alergi akan memperparah infeksi karena menyebabkan membran selaput lendir di bagian sinus membengkak. Hal itu membuat jalannya ingus terhambat dan terjebak di dalamnya, yang kemudian membuat bakteri berkembang di daerah itu. Akibatnya, rasa sakit di bagian kepala dan wajah pun akan terasa.

Menurut sebuah survei, sebanyak 73 juta orang di Amerika terbatas aktivitasnya karena penyakit ini. Antibiotik mungkin bisa menghilangkan infeksi sinus oleh bakteri, tapi jika yang menyerang adalah virus, antibiotik tidak akan berguna.

Namun studi terakhir yang dimuat dalam jurnal The American Medical Association, antibiotik ternyata diketahui tidak efektif dan tidak mengenai sasaran. Para pakar pun merekomendasikan pendekatan lain seperti menggunakan ibuprofen atau menghirup uap panas dengan menggunakan air garam.

Gejala yang umumnya terjadi pada penderita sinusitis diantaranya sakit kepala (biasanya saat bangun tidur), ingus berwarna kuning atau kehijauan, nafas bau, batuk berlendir, demam tinggi (di atas 39o Celcius), sakit gigi dan kurang sensitif terhadap rasa dan bau.

Mereka yang berisiko terkena sinus adalah mereka yang sering terkena flu, infeksi pernafasan oleh bakteri atau virus, patah hidung, adanya polip di bagian hidung. Faktor lainnya seperti merokok, polusi air, pemakaian obat decongestant (obat menghilangkan hidung mampet), udara dingin, penyelam, penerbang dan berenang di air yang terkontaminasi.

Sumber: detikcom

Sabtu, 10 Oktober 2009

Mitos dan Fakta Reproduksi, Hati-hati Keliru


Ilustrasi

KOMPAS.com — Banyak hal mengenai reproduksi wanita merupakan mitos yang tidak terbukti kebenarannya, terutama mengenai kontrasepsi yang masih menuai kontroversi panjang sampai saat ini.

Mitos ke-1. Anda tidak akan bisa hamil jika berhubungan seks saat menstruasi
Salah! banyak wanita mengganggap bahwa melakukan hubungan seksual tanpa pengaman pada saat menstruasi atau saat awal maupun akhir menstruasi tidak akan menyebabkan kehamilan. Faktanya masih banyak wanita yang bisa saja hamil pada saat terjadinya menstruasi. Mengapa demikian? Ini karena sperma bisa hidup hingga 5 hari di tubuh seorang wanita dan bila periode menstruasi terlalu pendek (kurang dari 28 hari), jatuhnya masa subur bisa pada saat-saat masa menstruasi kita.

Mitos ke-2. Saya masih dalam periode menyusui sehingga tidak akan bisa hamil.
Salah! benar memang masa subur dan menstruasi jarang terjadi saat anda sedang dalam periode menyusui, akan tetapi suatu saat menstruasi Anda akan kembali dan Anda akan mengalami masa subur tanpa disadari. Jadi kehamilan masih bisa terjadi meskipun Anda sedang menyusui. Sekadar info: banyak dokter menyarankan untuk menunda kehamilan hingga 1 tahun setelah melahirkan.

Mitos ke-3. Pasangan saya selalu ejakulasi di luar, jadi saya tidak akan hamil
Salah! ini adalah salah satu kesalahan paling besar yang wanita percayai karena Anda tetap bisa hamil meskipun pasangan Anda ejakulasi di luar. Kenapa begitu? Karena sebelum ejakulasi itu muncul, sejumlah kecil dari cairan pelumas akan keluar dan cairan itu mengandung sperma, Faktanya: setiap penetrasi vagina dengan penis secara langsung bisa menyebabkan kehamilan meskipun penis ditarik keluar sebelum ejakulasi.

Mitos ke-4. Saya menggunakan pencuci vagina setelah berhubungan seks untuk mencegah kehamilan.
Salah! cukup banyak wanita yang percaya akan hal seperti ini, tapi tidak dan sekali lagi saya tegaskan bahwa cairan pencuci vagina tidak akan mencegah terjadinya kehamilan karena pada saat itu mungkin saja sperma sudah naik ke arah rahim untuk bertemu dengan sel telur Anda! Dan sekedar tip kecil: pencuci vagina bisa menyebabkan iritasi.

Mitos ke-5. Saya tidak akan hamil saat berhubungan seks untuk pertama kalinya
Salah! Oh dear, Anda salah besar jika berpikir demikian. Kemungkinan untuk hamil tetap ada jika Anda sudah mulai mendapatkan menstruasi. Dan tahukah Anda bahwa para wanita muda lebih subur dibandingkan yang sudah cukup berumur sehingga mereka bisa hamil dengan mudahnya. Jangan percaya kata pasangan Anda yang mengatakan bahwa Anda tidak akan hamil saat pertama kali melakukan hubungan seks! Tetap gunakan proteksi jika berhubungan dan play safe.

Mitos ke-6. Saya tak mungkin hamil atau terkena penyakit menular seksual karena telah mengonsumsi pil KB.
Benar dan Salah! Memang benar pil KB merupakan salah satu cara yang efektif sebagai metode penunda kehamilan jika digunakan dengan aturan yang benar. Tetapi pil ini tidak akan memproteksi Anda dari penyakit menular seksual dan hanya satu cara yang benar-benar 100% mencegah kehamilan dan itu adalah dengan melakukan abstinensia atau puasa melakukan hubungan seksual

Mitos ke-7. Saya cuma melakukan hubungan seksual tidak terproteksi satu kali, karena itu Saya tidak mungkin hamil.
Salah! hubungan satu kali cukup untuk membuat kehamilan ataupun menderita penyakit menular seksual bahkan HIV! Jangan biarkan pasangan meyakinkan Anda untuk melakukan hubungan seksual yang nantinya berakibat penyesalan. Ingatlah bahwa resiko yang ada lebih besar daripada kesenangan sesaat.
Mitos ke-8. Saya sudah cukup berumur jadi tidak mungkin hamil
Salah! selama Anda masih mengalami menstruasi, kapanpun Anda akan bisa hamil. Memang benar, semakin bertambahnya usia kesuburan semakin berkurang. Tapi tetapi saja Anda bisa hamil kecuali Anda tidak mengalami menstruasi sampai 1 tahun lamanya.

Mitos ke-9. Saya jarang kok berhubungan seks, jadi tak perlu pil KB.
Salah! Susah untuk menebak kapan Anda akan memerlukan pil KB. Coba alternatif lain, gunakanlah kondom. Sekedar info: sekarang kondom sudah ada beraneka rasa, Anda bisa berkesperimen dengan macam-macam rasa!

Mitos ke-10. Saya mempunyai banyak masalah kesehatan wanita, jadi saya rasa tak mungkin hamil
Salah! Walau seorang dokter menyatakan kamu mungkin tidak akan bisa hamil, kamu TETAP bisa saja hamil. Tetap pakailah pengaman. Fakta yang ada: kenyataannya yang benar-benar 100% efektif untuk mencegah kehamilan adalah dengan tidak melakukan hubungan sama sekali. absitinensia, nol, titik.
Oleh dr. Intan Airlina Febiliawanti

Sehat Tanpa Mata Ikan


KOMPAS.com - Klavus atau mata ikan adalah penebalan kulit yang biasanya timbul di permukaan kaki, akibat tekanan dan gesekan terus menerus di bagian kaki. Selain mengganggu kenyamanan, mata ikan juga berhubungan dengan salah satu penyakit lain, salah satunya adalah gangguan saraf. Oleh sebab itu, mata ikan perlu ditangani dengan tepat.

Menurut dr.Irawati Hawari, Sp.S, spesialis saraf dari Mental health Center Hawari & Associates, Jakarta, mata ikan terjadi karena kelainan saraf pembuluh darah. Gejalanya, nyeri kronis dan luka. Kadang, nyeri ini diakibatkan gangguan saraf tepi. Mata ikan juga dapat merupakan penyakit yang timbul karena diabetes.

Sementara itu Riani Susanto, ND, CT, ahli naturopati di Jakarta, penyebab mata ikan antara lain adalah tumpuan berat tubuh tidak seimbang. Bisa pula karena infeksi bakteri streptococcus dan kebasaan tubuh tidak seimbang.

Karena itu ia menganjurkan untuk menjaga keseimbangan kadar asam basa dengan jus sayuran. Hindari makanan berminyak dan manis. Oleskan tree oil atau campuran vitamin E dengan bawang putih yang dihaluskan. Setelahnya, pakai kaus kaki 100 persen katun.

Untuk mencegah mata ikan timbul kembali, pakailah sepatu dengan bantalan telapak kaki yang baik, jaga berat badan ideal, dan pilih alas kaki yang sesuai.

Mobil Konvertibel Musuh Telinga

TEMPO Interaktif, Jakarta - Mengendarai mobil konvertibel atau kap terbuka, bisa merusak fungsi telinga, kata para ahli dari Royal National Institute for Deaf People, Inggris. Efek suara yang dihasilkan dari menyetir dengan kecepatan 80-112 kilometer per jam setara dengan yang dihasilkan alat bor angin.
Paparan berulang dalam waktu lama dari suara mesin, jalanan, kemacetan dan angin bisa menghilangkan pendengaran secara permanen. Karenanya, para peneliti menyarankan para pengendara mobil konvertibel untuk menggunakanpelindung telinga seperti yang dipakai para pengendara motor.
Hasil penelitian ini telah dipublikasik di jurnal Otolaryngology - Head and Neck Surgery. Dalam studi ini diteliti kadar kebisingan yang langsung diterima telinga pengendara mobil saat berkendara di beberapa kecepatan yang berbeda.Pada kecepatan 50, 60 dan 70 mil per jam kebisingan mencapai 88 dan 90 desibel -- sementara tingkat kebisingan 85 desibel saja sudah berisiko pada masalah pendengaran permanen .
Para peneliti kemudian mengulangi lagi tes tersebut di jalan yang tak ramai pada jam tak sibuk dan menemukan tingkat kebisingan yang sama. Yaitu sekitar 90 desibel, dengan kadar tertinggi mencapai 99 desibel.
Tapi tingkat kebisingan itu bisa dikurangi dengan menutup jendela kaca meski kap tetap dibuka. Cara ini bisa mengurangi hingga ke angka 82 desibel. Para ahli mengingatkan kerusakan pada pendengaran bisa terjadi secara bertahap dan efeknya baru terasa beberapa tahun kemudian, ketika pendengaran sudah benar-benar lenyap.
Dr. Mark Downs, dari Royal National Institute for Deaf People, Inggris mengatakan, " Hilangnya indra pendengaran seringkali bisa dicegah. Cukup dengan menutup jendela atau mengenakan pelindung telinga, pengendara mobil konvertibel tetap bisa menikmati perjalanannya," kata Downs.
Tingkat Kebisingan:
-Ruangan yang sepi di malam hari: 20 desibel
-Pembicaraan normal dua manusia: 60 desibel
-Jalanan yang sibuk: 70 desibel
-Teriakan: 80 desibel
-Bor angin: 110 desibel
-Pesawat udara yang lepas landas: 130 desibel

Selasa, 06 Oktober 2009

Kontrasepsi Pria Dengan Suntikan Lebih Mak Nyus

TEMPO Interaktif, Edinburgh - Sampai kini alat kontrasepsi bagi pria sangat terbatas. Ditambah lagi kaum Adam ini kebanyakan enggan menggunakan alat kontrasepsi dan menyuruh pasangannya kaum Hawa yang menggunakan, mulai dari spiral, suntik, pil atau steril.
suntikKini sebuah tim ilmuwan dari Universitas Edinburgh sedang dalam penelitian penggunaan kontrasepsi bagi pria dengan suntik. Ilmuwan Eropa ini mengklaim dengan jalan suntik ini lebih manjur dalam menekan angka kelahiran daripada mengunakan kondom.
Penemuan ini diharapkan bisa membantu dan dapat tersebar luas. Peneliti dari Edinburgh ini telah menjajal 20 pasangan dari Skotlandia bagian tengggra untuk menguji kemanjuran suntik kontrasepsi ini.
Suntikan ini mengandung hormon testosteron dan progesteron dan bisa disuntikkan kepada pria setiap dua bulan sekali. Menurut penelitian, hasilnya dijamin manjur alias mak nyuss. Jumlah sperma akan berkurang secara cepat dan cukup bagi pasangan suami-istri untuk bercinta dengan aman –tanpa khawatir terjadi kehamilan.
Profesor Richard Anderson dari divisi reproduksi dan pengembangan ilmu Universitas Edinburgh mengatakan jika uji coba ini berhasil maka akan lebih menarik pasar untuk kontrasepsi laki-laki dengan suntikan. “Jika tidak semua laki-laki suka disuntik, dipastikan tetap akan tersedia di pasaran.”

PA| NUR HARYANTO

Cegah Keputihan dan Infeksi Vagina


Vagina yang terawat pun memiliki aroma.

KOMPAS.com - Sebagai wanita kadang kita sering menjumpai situasi dimana keputihan dan infeksi vagina membuat kita merasa kurang percaya diri. Kira - kira, apa yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi resiko terjadinya keputihan dan infeksi di vagina? Hmm...Jawabannya mudah, cobalah praktekkan hal - hal berikut ini untuk mengurangi resiko timbulnya keputihan dan infeksi vagina.

1. Pakailah celana dalam yang terbuat dari katun. Pori - pori pada celana katun akan membuat area kewanitaan Anda bernafas sehingga vagina Anda tidak lembab. Jika Anda suka memakai celana yang terbuat dari bahan lain selain katun seperti satin atau lycra, pakailah pada siang hari, pastikan area kewanitaan Anda bernapas lega di malam harinya.

2. Jangan mempergunakan sabun pencuci vagina

3. Jangan gunakan petroleum jelly atau minyak pijat sebagai lubrikasi vagina Anda. Ini bisa menyebabkan bakteri tumbuh di dalamnya.

4. Jika Anda sedang dalam pengobatan infeksi vagina, patuhi aturan minum obat meski Anda sudah merasa lebih baik dibandingkan sebelumnya.

5. Jangan melakukan hubungan seksual saat sedang dalam pengobatan infeksi vagina sampai gejala infeksi vagina Anda hilang dan dokter menyatakan Anda sembuh.

6. Hindari kontak vagina dengan produk yang bisa mengiritasi vagina seperti produk kesehatan wanita (seperti pantyliners, pembalut) yang mempunyai wangi, bedak dan losion.

7. Jangan terlalu lama memakai pakaian yang ketat seperti pakaian renang dan stoking

8. Seringkali, infeksi vagina bisa menyebabkan gatal - gatal hebat dan jika itu terjadi, jangan digaruk karena bisa memperparah kondisi infeksi Anda.

9. Jika Anda mendapatkan menstruasi disaat Anda sedang dalam pengobatan berupa krim vagina ataupun obat yang harus dimasukkan lewat liang vagina, tetap teruskan pengobatan Anda, jangan dihentikan. Sebaiknya gunakan pembalut dan jangan gunakan tampon.

10. Jika Anda mencoba mengatasi sendiri permasalahan Anda dengan mengobati sendiri tapi tidak juga mengalami perbaikan, segera temui dokter Anda dan hentikan penggunaan obat atau krim tersebut.

11. Selalu membersihkan dari arah depan ke belakang setelah berkemih ataupun buang air besar. Bila ke arah kebalikannya maka infeksi bakteri akan mudah masuk ke vagina dan menyebabkan infeksi.

12. Selalu gunakan kondom saat melakukan hubungan seksual untuk mencegah infeksi, kecuali Anda berada dalam hubungan monogami yang sudah berlangsung lama.

Tentu saja yang penting dan jangan dilupakan adalah kebersihan diri sendiri, cukup tidur dan nutrisi yang baik disertai dengan cukup minum sangatlah baik untuk kesehatan dan juga vagina.
dr.Intan Airlina Febiliawanti