Sabtu, 13 Februari 2010

Tip Hindari Sendawa




Ketahui Sebab dan Hindari Sendawa
Penulis : Ikarowina Tarigan
Ketahui Sebab dan Hindari Sendawa
newsoftheworld.co.uk
DALAM dunia medis, bersendawa dikenal dengan istilah aerophagia. Meskipun bukan penyakit, bersedawa bisa membuat Anda tidak nyaman dan malu. Untuk itu perlu diketahui penyebab dan bagaimana cara mengatasi gangguan ini, berikut beberapa cara sederhana yang bisa menjadi pilihan Anda.


Diet
Bersendawa biasanya disebabkan oleh kelebihan asupan makanan yang mengandung gas seperti soda, buah mentah, jus buah seperti jus apel, kacang polong dan lain-lain. Karena itu, perhatikan diet Anda selama beberapa hari untuk mengenali tipe makanan yang membuat Anda bersendawa. Cara ini bisa membantu Anda mendisain diet yang mengurangi sendawa.


Asupan udara
Menelan terlalu banyak udara melalui mulut merupakan salah satu penyebab sendawa. Udara bisa masuk melalui berbagai cara, seperti saat merokok, mengunyah permen karet atau makan terlalu cepat.


Minum susu dingin saat perut kosong
Cara ini sangat berguna jika pembentukan gas diakibatkan oleh kelebihan atau konsumsi obat-obat keras. Di sisi lain, sendawa juga bisa disebabkan oleh intoleransi laktosa (gangguan pencernaan setelah minum susu atau produk susu). Karena itu, ada baiknya mengamati reaksi tubuh setelah minum susu dan menentukan penggunaan selanjutnya berdasarkan reaksi tubuh.


Namun jangan khawatir dengan sendawa, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindarinya.


Hindari berbaring segera setelah makan. Lebih baik jalan sebentar atau duduk dengan posisi mendekati berlutut selama 10 menit. Cara ini membantu mencerna makanan dengan lebih baik. Selain itu, pastikan mengunyah dan makan secara perlahan untuk mencegah masuknya terlalu banyak udara.


Konsumsi biji adas, sepotong jahe kering atau permen jahe setelah makan. Cara ini bisa membantu mengurangi gas di lambung dan meredakan masalah sendawa. Cara ini juga bisa meredakan rasa sakit di perut akibat bersendawa.


Cobalah olahraga sederhana yang membantu mengeluarkan udara dari perut. Berbaringlah dalam posisi terlentang kemudian angkat dan tekankan lutut ke dada Anda. Ulangi latihan ini sebanyak 10 kali. Cara ini dinyatakan bisa membuat Anda merasa lebih baik dan memunkinkan udara keluar dari perut.


Duduk tegak setelah makan akan memaksa udara ke atas sehingga mudah dikeluarkan dengan bersendawa. Sedang posisi berbaring akan menahan udara di dalam, membuat Anda tidak nyaman. (IK/OL-08)


Sumber : mediaindonesia.com









Takut Makanan Tidak Sehat, Eee.. Malah Kena Orthoreksia


Vera Farah Bararah - detikHealth

img
Ilustrasi (Foto: everseradio)
New York, Pelajaran penting buat orang yang terlalu takut terhadap semua makanan. Memiliki obsesi berlebihan tentang makanan yang sehat bisa membuat seseorang mengalami gangguan makan orthoreksia.

Gangguan makan orthoreksia ini berbeda dengan gangguan makan anoreksia (obsesi berlebihan untuk memiliki tubuh yang kurus).

Orthoreksia adalah obsesi untuk menghindari berbagai makanan yang dianggap tidak sehat. Diagnosisnya sendiri masih kontroversial yang ditandai dengan berhenti mengonsumsi berbagai makanan yang diproses.

Penderita sudah pasti akan menjauhi makanan berlemak jenuh tinggi serta yang mengandung kadar gula berlebihan. Penderita orthorexia juga akan menghindari berbagai makanan yang mengandung perasa buatan, pewarna atau pengawet makanan. Mereka juga ketat dalam memilih makanan seperti hanya konsumsi sayuran atau makanan mentah saja.

Gangguan makan ini akan membuat seseorang berpikir lebih baik memilih kelaparan daripada harus mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Kaum perempuan lebih rentan mengalami gangguan ini dibandingkan laki-laki.

Penderita orthoreksia cenderung sulit untuk bersosialisasi, karena mereka takut dipaksa oleh teman-temannya untuk mengonsumsi makanan yang dianggapnya tidak murni. Karenanya orang yang orthoreksia akan memiliki tubuh yang kurus (terlihat seperti kekurangan gizi) serta penampilan yang lebih tua dibandingkan dengan usianya.

Orthoreksia sempat menjadi kontroversi, karena beberapa ahli menganggap hal tersebut bukanlah suatu gangguan makan. Tapi ahli lain menyatakan bahwa orthoreksia berbeda dengan anoreksia sehingga harus dibuat klasifikasi tersendiri.

"Orang yang mengalami orthoreksia harus mendapatkan perawatan yang benar-benar dibutuhkan, salah satunya menggunakan terapi perilaku kognitif yaitu pasien dilatih untuk mengganti pikiran obsesif mengenai segala makanan yang sehat," ujar Kathleen McDonald dari Eating Disorders Coalition, seperti dikutip dariTIME, Sabtu (13/2/2010).

McDonald mengungkapkan sampai saat ini belum banyak diketahui mengenai perawatan apa yang terbaik dalam menangani penderita orthoreksia. "Sehingga masih bersifat untung-untungan," tambahnya.

"Orthoreksia seringkali dihubungkan dengan gangguan kecemasan atau dianggap sebagai hal yang umum. Kami tidak ingin orang salah mengartikan, bahwa memiliki obsesi makan sehat yang berlebihan juga bisa berbahaya," ujar Cynthia Bulik, direktur eating-disorders program di University of North Carolina, Chapel Hill.

Memiliki pola makan yang sehat memang baik, tapi jika pola makan tersebut membuat seseorang memiliki kondisi kesehatan yang buruk tentu saja akan menimbulkan masalah baru.
(ver/ir)


Sumber:health.detik.com

Kamis, 11 Februari 2010

Tak Perlu Khawatir, Pemanis Buatan Aspartam Aman

Nurul Ulfah - detikHealth
img
(Foto: theepochtimes)
Jakarta, Bahayakah mengonsumsi aspartam? Ternyata masih banyak saja orang-orang yang menanyakan hal itu. Apalagi baru-baru ini beredar pesan singkat beruntun yang mengancam keamanan beberapa produk minuman berbahan baku pemanis buatan tersebut. Benarkah aspartam berbahaya?

Jika Anda cermat melihat komposisi beberapa produk minuman, Anda akan menemukan kata aspartam di bagian kemasannya. Aspartam memang banyak digunakan dalam produk minuman sebagai pengganti gula sukrosa.

Di satu sisi, berbagai artikel, pengalaman pribadi dan golongan anti aspartam menghubungkan antara konsumsi aspartam dengan masalah kesehatan, mulai dari hiperaktif, pengerasan otak hingga impotensi. Di sisi lain, para ilmuwan dan peneliti melaporkan bahwa penggunaan aspartam baik-baik saja dalam dosis tertentu.

Untuk menanggapi kontroversi aspartam yang membuat teror di masyarakat, ada baiknya mengenal aspartam lebih dalam lagi.

Aspartam adalah pemanis buatan yang dihasilkan dari dua jenis asam amino dan metil alkohol. Aspartam punya kekuatan manis 160 hingga 220 kali lebih tinggi daripada gula sukrosa.

Penggunaan aspartam ditujukan untuk mengurangi jumlah kalori gula dan biasanya dipakai pada produk-produk diet atau untuk penderita dengan kebutuhan medis tertentu, seperti diabetes.

Gula sebenarnya tidak berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi dalam batas wajar. Satu sendok teh gula hanya menyumbang 16 kalori atau sekitar 67 kilojoule pada energi. Yang menjadi bahaya adalah jika seseorang mengonsumsinya dalam dosis berlebihan.

Tidak heran jika seseorang menyukai gula, karena secara genetik manusia memang terlahir untuk menyukai yang manis-manis. Untuk itulah pemanis buatan dibuat guna mengantisipasi asupan gula (sukrosa) berlebih yang bisa mengakibatkan kerusakan gigi dan masalah kesehatan lainnya.

Aspartam adalah salah satu pemanis buatan yang dibuat untuk mengatasi masalah tersebut. Tapi di balik sebuah inovasi pasti ada kontroversi, begitu juga dengan aspartam. Namun hingga saat ini, beberapa badan kesehatan dunia masih mengklasifikasikan aspartam sebagai pemanis buatan yang aman.

Menurut American Dietetic Association (ADA), pemanis aspartam aman dalam jumlah tertentu seperti yang direkomendasikan Food and Drug Administration (FDA). Hasil riset yang dilakukan FDA menyebutkan, aspartam masih dalam batas aman untuk manusia jika konsumsi per harinya sebanyak 50 mg/kg berat badan.

Sementara itu, European Commission's Scientific Committee on Food (SCF) jauh-jauh hari pada tahun 1998 sudah menyatakan bahwa aspartam aman. Namun karena banyak isu miring yang menyatakan aspartam berbahaya, maka SCF melakukan analisis data terhadap 500 studi tentang aspartam yang pernah ada sejak tahun 1998 hingga 2001.

Hasil analisis SCF menunjukkan, aspartam tetap aman dan tidak ada bukti kuat yang mengharuskan mereka mencabut pernyataan sebelumnya. Berdasarkan Acceptable Daily Intake (ADI), asupan aspartam yang direkomendasikan SCF adalah 40 mg/kg berat badan.

Meski semua pakar kesehatan sudah menyatakan aspartam aman, mengapa publik masih menganggap aspartam berbahaya?

Hal itu karena salah satu asam amino dalam aspartam adalah phenylalanine dan beberapa orang di dunia ini terlahir dengan kondisi genetik yang disebut phenylketonuria (PKU).

Penderita PKU tidak bisa memetabolisme asam amino phenylalanine dalam tubuhnya. Hal itu membuat penderitanya akan mengalami gejala mual-mual, pusing dan lainnya saat mengonsumsi produk yang mengandung aspartam.

Untuk itu sebaiknya produk-produk yang mengandung aspartam diberi label 'mengandung phenylalanine' atau 'tidak disarankan untuk penderita phenylketonuria' untuk mengingatkan konsumen akan kandungan phenylketonuria yang bisa memicu ketidaknyamanan pada penderita PKU.

"Kontroversi ini akan terus terjadi jika publik tidak segera diberitahu. Publik harus menghormati studi panjang dan besar yang sudah dilakukan badan-badan kesehatan dunia. Mereka semua sepakat menyimpulkan bahwa aspartam aman untuk manusia, jadi tak perlu merasa khawatir atau takut berlebihan saat mengonsumsi produk yang di labelnya tercantum nama aspartam," ujar Dr Ingrid van Heerden seperti dilansir Health24.

Sumber: detik.com

Minggu, 07 Februari 2010

Lima Cara Redakan Batuk Berkepanjangan

 
Lima Cara Redakan Batuk Berkepanjangan
ehow.com
BATUK seringkali muncul seiring demam dan flu di musim hujan seperti saat ini. Akan tetapi, batuk berkepanjangan juga bisa dipicu oleh masalah lain seperti alergi, asma, naiknya asam lambung ke kerongkongan, udara kering, serta asap rokok. Untuk mengatasi gangguan kesehatan ini, berikut lima langkah dari beberapa pakar alergi dan imun untuk Anda.

Perbanyak minum air.
Infeksi saluran pernafasan bagian atas seperti flu menyebabkan menetesnya cairan dari hidung ke tenggorkan. Tetesan yang jatuh ini akan mengiritasi tenggorokan dan kadang-kadang memicu batuk. Untuk mengatasi hal ini, cobalah memastikan bahwa tubuh mendapatkan cairan yang cukup. Cairan membantu mengencerkan mucus (lendir) dan menjaga agar membran mucus tetap lembab.

Konsumsi pastiles dan minum air panas.
Cobalah pastiles rasa mentol. Produk ini membuat bagian belakang kerongkongan mati rasa sehingga mengurangi refleks batuk. Selain itu, minum teh hangat dengan madu juga bisa membantu."Bukti ilmiah mendukung cara ini," tutur Mark Yoder, MD, dari Rush University Medical Center di Chicago, seperti dikutip situs webmd.com.

Sauna atau mandi air hangat.
Mandi air hangat membantu mengencerkan lendir di hidung. Menurut Giselle Mosnaim yang juga dari Rush, cara ini bisa meredakan batuk akibat flu, alergi dan asma.

Bersihkan udara.
Aroma parfum dan pewangi ruangan kelihatannya masalah ringan, tapi bisa menyebabkan iritasi sinus kronis pada beberapa orang. Pewangi ini, terang Alan Weiss, MD, dari Cleveland Clinic, bisa memicu batuk karena produksi mucus berlebih. Untuk meredakan batuk, cobalah membatasi produk-produk ini.

Selain partikel dari pewangi, lanjut Weiss, iritan paling buruk di udara adalah asap. Hampir semua perokok menderita batuk. Selain itu, orang-orang di sekitar perokok juga bisa menderita iritasi saluran pernafasan. Karena itu, cobalah mulai membatasi dan berhenti merokok.

Gunakan obat batuk.
Jika cara-cara di atas tidak efektif, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat yang tepat.

Decongestant
Decongestant meredakan hidung mampat dengan cara mengecilkan jaringan hidung yang membengkak dan mengurangi produksi mucus. Obat ini mengeringkan mucus di paru-paru dan melonggarkan saluran pernafasan.
Decongestant tersedia dalam bentuk pil, sirup, dan semprot hidung (nasal spray). Decongestant oral seperti pil dan sirup bisa meningkatkan tekanan darah. Jadi, penderita hipertensi sebaiknya memperhatikan aturan penggunaan.

Suppressant dan ekspektoran
Jika Anda batuk terlalu banyak sehingga memicu sakit dada dan mengganggu tidur malam, terang Mosnaim, ada baiknya mempertimbangkan penggunaan suppressant. Dan untuk batuk berdahak, ada baiknya menggunakan ekspektoran. Jenis obat ini membantu mengencerkan mucus sehingga lebih mudah dikeluarkan. (IK/OL-5)

Sumber:mediaindonesia.com

Enam Kebiasaan Hindari Kanker Payudara

Enam Kebiasaan Hindari Kanker Payudara
causecast.org
KANKER payudara merupakan salah satu kanker yang paling umum diderita perempuan dan seringkali menimbulkan keresahan. Tidak perlu larut dalam cemas, ubahlah kecemasan Anda kedalam bentuk tindakan. Beberapa faktor risiko kanker payudara  (seperti usia) tidak bisa dicegah, tetapi kebiasaan kunci berikut bisa menjauhkan Anda dari kanker, terlepas dari usia Anda.

Tetap bergerak."Olahraga menurunkan kadar estrogen, yang dikaitkan dengan kanker payudara," tutur Debbie Saslow dari American Chemical Society/ACS, seperti dikutip situs prevention. Untuk mendapatkan hasil maksimal, cobalah melakukan aktivitas yang  menggerakkan jantung selama 45-60 menit, hampir setiap hari dalam seminggu. Akan tetapi, olahraga sedang selama 30 menit, 5 hari seminggu juga tetap bermanfaat.

Tidak ada kata terlambat untuk memulai aktivitas fisik. Sebuah studi yang dipublikasikan di British Medical Journal menunjukkan bahwa perempuan postmenopause mendapatkan manfaat olahraga yang lebih besar dibandingkan perempuan lain.

Turunkan dan pertahankan berat badan sehat. Cobalah menurunkan berat badan untuk mencegah kanker. Setelah menopause, perempuan yang obesitas berisiko dua kali lebih besar menderita kanker payudara dibandingkan perempuan yang memiliki berat  badan sehat. Selain itu mengalami penambahan berat badan juga memicu penyakit."Penambahan berat badan sebanyak 10 kilogram saja di usia dewasa turut meningkatkan risiko," terang Heather Spencer Feigelson, PhD, MPH dari ACS.

Konsumsi vitamin D. Banyak studi yang menunjukkan bahwa vitamin ini bisa melawan kanker. Temuan baru-baru ini yang dipresentasikan pada pertemuan American Society of Clinical Oncologists menyebutkan bahwa pasien kanker payudara yang kekurangan vitamin D berisiko 94 persen lebih besar mengalami penyebaran kanker dibandingkan perempuan yang memiliki vitamin D dalam kadar cukup."Saya menganjurkan perempuan untuk mengonsumsi 800-1.000 internasional unit (IU) vitamin D sehari," terang Andrew  Kaunitz, MD, seorang profesor di bidang obstetri dan ginekologi dari University of Florida College of Medicine-Jacksonville.

Berhenti atau batasilah asupan alkohol. Data terbaru dari National Cancer Institute menyebutkan bahwa perempuan yang minum satu atau dua takar alkohol sehari berisiko 32 persen lebih besar menderita kanker payuadara. Selain itu, mereka yang mengonsumsi lebih banyak berisiko 51 persen lebih besar. Para pakar menganjurkan agar Anda minum alkohol tidak lebih dari satu gelas sehari.

Perhatikan penggunaan terapi hormon. Menurut Women's Health Initiative, penggunaan hormon terapi (HT) dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Studi yang mereka lakukan menunjukkan bahwa peningkatan risiko tetap bertahan selama bertahun-tahun setelah penghentian penggunaan. Pastikan menggunakan hormon hanya saat gejala-gejala menopause tidak bisa dikontrol. Selain itu, batasi durasi terapi tidak lebih dari 5 tahun. Ada baiknya menggunakan alternatif lain, seperti SSRI  antidepressants untuk mengatasi kilas panas (hot flushes) dan krim vagina dengan estrogen untuk mengatasi kekeringan jaringan genital.

Lupakan pemeriksaan sendiri, tapi tingkatkan kesadaran diri. Setelah selama bertahun-tahun mendengar pentingnya melakukan pemeriksaan pribadi setiap bulan, mungkin Anda sedikit terkejut mendengar anjuran baru yang tidak mengharuskan pemeriksaan sendiri. Studi-studi telah menemukan bahwa cara tersebut tidak menyelamatkan hidup dan bisa meningkatkan kemungkinan biopsi yang sebenarnya tidak diperlukan. Tapi, banyak dokter yang enggan untuk menghilangkan pemeriksaan diri tersebut  sepenuhnya."Sekitar 15 persen kanker payudara dideteksi oleh pasien itu sendiri," terang Eva Singletary, MD, dari M.D. Anderson. Karena itu, dokter tetap menganjurkan Anda untuk memperhatikan payudara.(IK/OL-5)

Sumber: mediaindonesia.com

Jumat, 05 Februari 2010

Waspadai Gejala Sering Buang Air Kecil

Gejalanya bisa menimbulkan permasalahan baru.
Finalia Kodrati, Lutfi Dwi Puji Astuti

Gejala ini menghinggapi setidaknya 53 persen perempuan di Asia. Dalam istilah kedokteran sering buat air kecil dikenal dengan istilah Overactive Bladder atau OAB. Hingga saat ini tidak diketahui jelas penyebab penyakitnya.

Namun, para ahli menemukan adanya kontraksi yang berlebihan pada otot kandung kemih yang menyebabkan buang air kecil lebih sering dari biasanya. Gejalanya dapat menimbulkan permasalahn baru seperti gangguan aktivitas fisik dan pekerjaan, interaksi sosial, psikologis dan depresi. Ada juga gangguan pada pola tidur hingga masalah seksual. Yang pada ujungnya akan mengurangi kualitas hidup wanita.

Gejala-gejala yang harus diperhatikan ketika mendiagnosis OAB yakni ada tiga.

1. Urgensi yakni keinginan tiba-tiba yang kuat untuk berkemih dan sulit ditahan. Dan kadang gejalanya seperti suka ngompol tiba-tiba.

2. Frekuensi yakni mengeluh berkemih selalu sering dalam satu hari atau lebih dari delapan kali sehari.

3. Nokturia yakni keluhan berkemih pada malam hari.

Cara pencegahannya:

- Melatih otot kandung kemih dengan menahan buang air kecil selama 30 menit.

- Melakukan senam kegel untuk mengencangkan otot-otot disekitar vagina

- Perhatikan asupan makanan dan minuman terutama yang bersifat diuretik dan hindari makan dan minum dua jam sebelum tidur
•Sumber: VIVAnews

Kamis, 04 Februari 2010

Lima Bahan Alami Redakan Sakit Gigi

Lima Bahan Alami Redakan Sakit Gigi

sakitgigiKALAU ada orang yang memilih sakit gigi daripada sakit hati, tentu ia belum pernah merasakan sakit yang sebenar-benarnya. Padahal, sakit gigi merupakan gangguan kesehatan yang umum terjadi dan seringkali muncul tanpa gejala sebelumnya. Rasa sakitnya yang bervariasi mulai dari tajam, berdenyut, hingga konstan. Dari rasa sakit yang ditimbulkannya, tentu saja akan mengganngu aktivitas keseharian Anda. Selain itu, jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, kerusakan gigi akan bertambah parah sehingga harus dicabut. Untuk membantu Anda menghindari hal tersebut, berikut beberapa pengobatan alami yang bisa Anda coba di rumah.

Bawang putih
Bawang putih merupakan salah satu dari sekian banyak pengobatan yang diklaim efektif meredakan sakit gigi. Caranya, haluskan satu siung bawang putih dicampurkan dengan sedikit garam kasar kemudian tempatkan di area yang sakit. Cara ini dinyatakan bisa meredakan rasa sakit, bahkan kadang-kadang bisa menyembuhkan. Selain itu, ada baiknya mengunyah satu siung bawang putih setiap pagi. Cara ini bisa menjaga agar gigi yang telah disembuhkan semakin kuat dan sehat.

Bawang merah
Penelitian membuktikan kalau bawang merah mengandung komponen antibakteri. Mengonsumsi satu bawang merah setiap hari dengan cara mengunyah terbukti bisa melindungi dari berbagai gangguan gigi. Mengunyah bawang merah selama 3 menit dinyatakan cukup untuk membunuh semua kuman di mulut. Dan Anda bisa meredakan gigi yang sedang sakit dengan cara menempatkan sepotong kecil bawang merah di area gigi atau gusi yang sakit.

Jeruk limau
Jeruk limau, sebagai sumber yang kaya vitamin C, sangat bermanfaat dalam mempertahankan kesehatan gigi dan tulang di bagian tubuh lainnya. Jeruk limau dinyatakan bisa mencegah gigi berlubang dan gigi tanggal, pembentukan plak gigi, sakit gigi, dan perdarahan pada gusi.

Minyak Cengkeh
Cengkeh dinyatakan efektif meredakan sakit gigi. Selain itu, cengkeh juga mengurangi infeksi karena mengandung properti antiseptik. Caranya, oleskan minyak cengkeh ke lubang gigi yang mengalami kerusakan. Cara ini juga bisa meredakan sakit gigi.

Tepung lada
Campuran sedikit tepung lada dengan 1/4 sendok teh garam dinyatakan sangat bagus untuk menjaga kebersihan gigi. Jika digunakan secara teratur setiap hari bisa mencegah gigi berlubang, nafas bau, gusi berdarah, sakit gusi, dan sakit gigi. Selain itu juga bisa mengatasi masalah gigi sensitif. Untuk meredakan sakit gigi, Anda bisa menempatkan campuran tepung lada dan minyak cengkeh ke dalam lubang gigi.

(sumber:health.detik.com).

Rabu, 03 Februari 2010

Duh! Jahatnya Garam

Duh! Jahatnya Garam
Berapa banyak garam yang Anda konsumsi setiap hari?
Umi Kalsum
garam untuk makanan (corbis.com)
Siapa yang tidak pernah merasakan asinnya garam? Garam merupakan salah satu tambahan wajib saat memasak. Bumbu masak ini dapat meningkatkan dan memodifikasi rasa lainnya. Bayangkan bagaimana rasa masakan tanpa tambahan garam sama sekali.

Kita tentu sering mendengar peribahasa “bagai sayur tanpa garam” yang mewakili kata hambar.

Namun tahukah Anda bahwa kelebihan garam dapat merusak kesehatan? Kadang kita tidak menyadari, jumlah garam yang ada dalam makanan yang kita makan cukup banyak, padahal terlalu banyak garam dapat mengancam kesehatan kita.

Baru-baru ini, Walikota New York, Michael Bloomberg mendorong produsen makanan untuk mengurangi jumlah garam dalam produk mereka sebanyak 25 persen dalam lima tahun.

Memang garam tidak selalu berakibat buruk bagi kesehatan. Garam yang mengandung natrium merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh. Natrium diperlukan untuk keseimbangan cairan tubuh serta dapat membantu beberapa organ agar bekerja dengan baik.

Namun yang harus digarisbawahi berapa jumlah garam yang dibutuhkan tubuh. Aturan diet di Amerika merekomendasikan kita untuk mengkonsumsi kurang dari 2.300 mg (sekitar 1 sendok teh garam) natrium per hari. Sedangkan untuk orang yang mengalami hipertensi disarankan mengkonsumsi tidak lebih dari 1.500 mg natrium per hari .

Bandingkan jumlah itu dengan yang kita dapatkan di makanan-makanan lezat yang biasa kita makan di restoran cepat saji yang sudah sangat terkenal di dunia. Menu sarapan berupa telur dan keju pada roti sebuah restoran cepat saji memberikan 1.120 mg natrium pada tubuh kita. Sedangkan sebuah burger dengan keju mengandung 1.450 mg sodium. Itu hanya dalam satu porsi. Bagaimana jika kita makan lebih dari satu porsi? Tentu semakin banyak garam yang masuk dalam tubuh.

Sebagian besar garam, sekitar 80 persen dari makanan harian kita berasal dari makanan olahan. Garam biasanya ditambahkan untuk alasan menjaga keawetan makanan tersebut. Namun apa pun alasannya jumlah garam yang ditambahkan telah melampaui apa yang diperlukan oleh tubuh dan itu membahayakan kesehatan.

Terlalu banyak natrium akibat mengkonsumsi garam dapat menyebabkan atau memperburuk hipertensi. Kelebihan garam juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, padahal tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor utama penyebab penyakit jantung dan stroke.

New England Journal of Medicine menemukan bahwa jika setiap orang mengkonsumsi kurang dari setengah sendok teh garam per hari, maka akan ada 54.000 hingga 99.000 serangan jantung setiap tahun, 32.000 hingga 66.000 stroke dan antara 44.000 hingga 92.000 kematian.

Program seperti yang dilakukan di New York untuk mengurangi garam,  juga pernah dilakukan oleh pemerintah Inggris pada tahun 2003 hingga 2004 dan berhasil melakukan pengurangan isi natrium pada makanan olahan sebesar 20-30 persen

Pekan ini (1-7 Februari) dinobatkan sebagai pekan World Salt Awareness Week. Dalam minggu ini dirancang beberapa program untuk mengamati penggunaan garam di seluruh dunia serta mendidik masyarakat tentang manfaat dan bahaya garam.

Lalu bagaimana Anda menjaga jumlah konsumsi garam? Pilihlah makanan yang dalam prosesnya tidak menggunakan banyak natrium. Kita dapat memperhatikan jumlah garam dalam makanan olahan dan membuat pilihan makanan yang sehat untuk tubuh kita. Tubuh milik Anda, maka Anda yang menentukan! Jika merasa makanan olahan tidak sehat karena mengandung banyak natrium, maka atur penggunaan garam pada makanan dengan memasak sendiri. Kesehatan ada di tangan Anda!
Laporan: Djamilah

•Sumber: VIVAnews

Selasa, 02 Februari 2010

Dengan Ikhlas, Penyakit pun akan Sembuh!

Dengan Ikhlas, Penyakit pun akan Sembuh!

Jiwa adalah sebuah potensi yang tidak tampak tetapi efeknya luar biasa. Dengan menggunakan kekuatan jiwa, beragam penyakit mulai dari yang ringan hingga berat sebenarnya dapat disembuhkan.

Seperti diungkapkan praktisi dan pengajar penyembuhan holistik, Reza Gunawan, pada dasarnya setiap manusia bisa menyembuhkan dirinya sendiri, tapi tidak semua orang tahu caranya. Salah satu kunci kekuatan jiwa yang dapat menyembuhkan penyakit adalah perasaan ikhlas.

Menurut Reza, rasa ikhlas secara sederhana dapat diartikan dengan perasaan berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Ikhlas adalah sesuatu yang mungkin hanya dapat digambarkan dengan perasaan seperti ini. Apapun kenyataan hidup, sudah tidak lagi berbenturan dengan keinginan dan hasrat karena kita sudah bisa menerima dengan apa adanya," ungkap Reza.

Ikhlas, terang Reza, dapat menyembuhkan dengan cara menyelaraskan tubuh  dan pikiran, selain juga menetralisir pikiran dan perasaan supaya tidak terpendam dan menumpuk dalam hati.  Ikhlas  merupakan bagian dari konsep sehat secara holistik yakni keselerasan dan keseimbangan antara tiga unsur yakni tubuh (body), pikiran (mind) dan jiwa (mood).

"Kalau  badan kita sudah muncul keluhan seperti sakit-sakit, itu berarti timbunan dalam pikiran dan jiwa sudah terlalu banyak. Dengan hati yang ikhlas, gelombang dan detak jantung menjadi lebih selaras atau harmonis. Jantung itu pemimpinnya tubuh karena dengan jantung yang selaras maka otak berfungsi maksimal. Kalau jantung atau perasaan kita korslet, otak tidak akan bisa berfungnsi maksimal.  Jadi, dengan ikhlas jelas akan membuat tubuh menjadi lebih sehat," paparnya.

Untuk mencapai dan mewujudkan perasaan ikhlas dalam hati, Reza menyatakan setiap orang tentu memiliki kemampuan berbeda.  Untuk itulah, Reza menyarankan untuk membiasakan diri berlatih secara bertahap dan rutin.

"Ada tiga langkah yang dapat dilakukan untuk melatih diri supaya ikhlas, yang pertama Sering-seringlah berhenti dan bernafas untuk mengistirahatkan pikiran, ingat bahwa sesuatu tidak ada yang kekal dan belajar untuk menerima atau mengikhlaskan diri dari tahap yang paling mudah," tandasnya.

Tiga Tips Melatih Ikhlas

1. Sering-seringlah berhenti dan bernafas (rileks) untuk mengistirahatkan pikiran.  Manusia seringkali sulit mencapai keikhlasan karena pikirannya jalan terus. Dengan  latihan ini, kita juga akan bebas dari ketegangan.

2.  Selalu ingat bahwa segala sesuatu selalu akan berubah. Seseorang susah ikhlas karena menilai segalanya bersifat kekal, padahal apa yang tidak kita dapatkan sementara ini pada suatu hari nanti akan berubah. "Tidak ada yang kekal atau tetap, mungkin situasinya yang berubah atau keinginan kita yang berubah. Jadi apa yang kita sukai atau pun kita tak sukai tentu akan berubah," terang Reza..

3.  Start di titik yang paling mudah.  Belajarlah untuk mulai menerima hal-hal yang ringan atau gampang dulu. Untuk bisa merasa ikhlas memang tidak mudah dan terpulang kepada pribadi masing-masing.  Tetapi mulailah untuk menerima kenyataan yang paling ringan dulu. Dengan begitu, otot ikhlas kita akan terlatih.

Reza mencontohkannya dengan sebuah kasus ketika Anda marah karena tak bisa menerima bos di kantor yang tak berlaku adil.  Kalau Anda tidak bisa memaafkan orangnya, cobalah untuk memaafkan atau mengikhlaskan dulu perilakunya.  Bila ini masih sulit, mulailah untuk mengikhlaskan perasaan kita bahwa kita sedang marah.

"Kalaupun memang tidak bisa juga ikhlas dengan perasaan kita sendiri, minimal ikhlaskan dulu bahwa kita memang belum bisa ikhlas. Jadi, pada tahap paling ringan itulah yang dapat menjadi pintu paling gampang menuju gerbang keikhlasan," pungkasnya.

Sumber:Kompas.com