TEMPO Interaktif, Jakarta - Mengendarai mobil konvertibel atau kap terbuka, bisa merusak fungsi telinga, kata para ahli dari Royal National Institute for Deaf People, Inggris. Efek suara yang dihasilkan dari menyetir dengan kecepatan 80-112 kilometer per jam setara dengan yang dihasilkan alat bor angin.
Paparan berulang dalam waktu lama dari suara mesin, jalanan, kemacetan dan angin bisa menghilangkan pendengaran secara permanen. Karenanya, para peneliti menyarankan para pengendara mobil konvertibel untuk menggunakanpelindung telinga seperti yang dipakai para pengendara motor.
Hasil penelitian ini telah dipublikasik di jurnal Otolaryngology - Head and Neck Surgery. Dalam studi ini diteliti kadar kebisingan yang langsung diterima telinga pengendara mobil saat berkendara di beberapa kecepatan yang berbeda.Pada kecepatan 50, 60 dan 70 mil per jam kebisingan mencapai 88 dan 90 desibel -- sementara tingkat kebisingan 85 desibel saja sudah berisiko pada masalah pendengaran permanen .
Para peneliti kemudian mengulangi lagi tes tersebut di jalan yang tak ramai pada jam tak sibuk dan menemukan tingkat kebisingan yang sama. Yaitu sekitar 90 desibel, dengan kadar tertinggi mencapai 99 desibel.
Tapi tingkat kebisingan itu bisa dikurangi dengan menutup jendela kaca meski kap tetap dibuka. Cara ini bisa mengurangi hingga ke angka 82 desibel. Para ahli mengingatkan kerusakan pada pendengaran bisa terjadi secara bertahap dan efeknya baru terasa beberapa tahun kemudian, ketika pendengaran sudah benar-benar lenyap.
Dr. Mark Downs, dari Royal National Institute for Deaf People, Inggris mengatakan, " Hilangnya indra pendengaran seringkali bisa dicegah. Cukup dengan menutup jendela atau mengenakan pelindung telinga, pengendara mobil konvertibel tetap bisa menikmati perjalanannya," kata Downs.
Tingkat Kebisingan:
-Ruangan yang sepi di malam hari: 20 desibel
-Pembicaraan normal dua manusia: 60 desibel
-Jalanan yang sibuk: 70 desibel
-Teriakan: 80 desibel
-Bor angin: 110 desibel
-Pesawat udara yang lepas landas: 130 desibel
Tidak ada komentar:
Posting Komentar