Jumat, 27 November 2009

Payudara Indah dengan Internal Bra


Pipiet Tri Noorastuti
Sayangi Payudara (doc Corbis)
VIVAnews - Memiliki bentuk payudara indah adalah dambaan setiap wanita. Berbagai tipe bra pun diciptakan demi menyempurnakan bentuk payudara saat berbusana. Bahkan para ahli bedah plastik tengah mengembangkan internal bra yang sifatnya permanen.

Adalah seorang pakar bedah plastik asal Israel, Eyal Gur, yang mengembangkan internal bra itu. Ia melabelinya dengan nama 'Cup & Up' bra. "Dengan sedikit operasi kecil, seorang perempuan akan memiliki penyangga payudara permanen yang tahan hingga bertahun-tahun," katanya seperti dikutip dari laman Daily Mail

Internal bra terbuat dari silikon yang biasa digunakan untuk operasi plastik. Bentuknya tipis menyerupai bra konvensional yang selama ini digunakan kaum perempuan. Hanya saja, pemakaiannya melalui operasi kecil dengan bius lokal. Hanya butuh beberapa jam untuk melakukan operasi ini.

Dokter akan membuat dua sayatan kecil, tak sampai satu sentimeter di bagian bawah payudara. Dari sayatan itu, dokter akan menyuntikan silikon pada kedalaman sekitar satu sentimeter di bawah permukaan kulit payudara.

Selanjutnya, dokter akan memasang tali pengikat yang terbuat dari bahan tertentu untuk menjaga internal bra tetap pada posisinya dan tidak melengkung. Tali ini diikatkan pada tulang rusukantara payudara dan pundak dengan sepasang sekrup titanium.

Internal bra ini dipasarkan sebuah perusahaan milik Avi Cohen, 'Orbix Medical'. Sejauh ini, Cohen baru menguji coba produk itu pada seorang pasien. "Kami sudah memiliki sejumlah sukarelawan untuk uji coba selanjutnya, dan sebelum Natal tahun ini ada seorang pasien perempuan yang siap mengenakannya," ujar Cohen.

Uji coba pertama dilakukan terhadap seorang perempuan berusian 30-an tahun yang memiliki keluhan payudara kendur. "Dan, internal bra mampu mengangkat payudara sesuai bentuk yang ia inginkan. Bra itu terlihat sangat alami dan dia puas dengan hasilnya," kata Cohen.

Cohen yakin, produk itu akan beredar luas di Eropa 18 bulan mendatang. Target 12 bulan pertama adalah melakukan uji coba pada sejumlah pasien. Selanjutnya, Cohen akan berjuang untuk mendapatkan lisensi kesehatan dari pemerintah.

VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar